kontan.co.id
banner langganan top
Minggu, 6 April 2025 | : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2023 Berpotensi di Bawah 5%, Ini Pemicunya


Kamis, 04 Mei 2023 / 13:19 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2023 Berpotensi di Bawah 5%, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Deretan gedung perkantoran terlihat dari kejauhan yang berada di pusat perkantoran Jakarta, Kamis (15/12/2022).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023 berpotensi tak akan menyentuh 5% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, pertumbuhan ekonomi periode Januari 2023 hingga Maret 2023 sebesar 4,99% yoy. 

Ini pun melambat dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya, atau kuartal IV-2022 yang pada waktu itu sebesar 5,01% yoy. 

Josua bilang, sumber pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi. 

Baca Juga: Laba Perbankan Kian Gemuk Berkat Pemangkasan Pencadangan

"Konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan menjadi pendorong utama pada perekonomian kuartal I-2023," tegas Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (4/5).  Josua pun memerinci. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal I-2023 diperkirakan sebesar 4,5% yoy. 

Ini didorong oleh peningkatan laju pertumbuhan keyakinan konsumen yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada kuartal I-2023 yang sebesar 11,1% yoy, atau meningkat dari 8,2% yoy pada kuartal sebelumnya. 

Selain itu, penjualan eceran juga tercatat tumbuh 4,8% yoy, setelah pada kuartal IV-2022 tumbuh 0,7% yoy. 

Penjualan mobil (ritel) juga tercatat meningkat 13,7% yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal IV-2022 yang sebesar 6,9% yoy.

Baca Juga: IMF Melihat Ketidakpastian atas Kebijakan Moneter Jepang, Bisa Berimbas ke Global

Nilai Tukar Petani yang pada akhir kuartal I-2023  tercatat tumbuh 1,43%yoy atau naik dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 0.61% yoy. 

Impor barang konsumsi pun terpantau positif, yaitu mencapai 2,7% yoy setelah pada kuartal IV-2022 terkontraksi 13,9% yoy. 

Sedangkan investasi atau PMTB diperkirakan tumbuh 4,1% yoy, atau meningkat dari pertumbuhan kuartal IV-2022 yang sebesar 3,3% yoy. 

Peningkatan investasi masih didorong oleh investasi bangunan, yang tercermin dari perbaikan penjualan semen pada kuartal I-2023. 

Sementara itu, investasi non-bangunan cenderung melambat terindikasi dari penjualan alat berat pada kuartal I-2023 yang turun 12,3% yoy.  

"Ini sejalan dengan tren penurunan harga komoditas serta normalisasi dari sisi suplai komoditas," tambah Josua. 

Baca Juga: PLN Bukukan Pendapatan Rp 311,1 Triliun pada 2022

Kemudian, peningkatan laju investasi atau PMTB pada kuartal I-2023 juga tercermin dari impor barang modal yang tercatat tumbuh 10,5%yoy.

Komponen selanjutnya, konsumsi pemerintah sepanjang di sepanjang kuartal I-2023 diperkirakan naik 7,82% yoy. 

Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,77% yoy. 

Peningkatan pertumbuhan terindikasi dari realisasi belanja pemerintah pusat pada kuartal I-2023 yang tercatat tumbuh 10,5% yoy. 

Baca Juga: Pefindo Prediksi Penerbitan Surat Utang Korporasi Akan Marak pada Kuartal Ketiga 2023

Didorong oleh belanja barang yang tumbuh 36,3% yoy, belanja modal tumbuh 25,5% yoy, dan belanja pembayaran utang yang naik 18,8% yoy. 

Terakhir, net ekspor diyakini Josua tumbuh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Terindikasi dari ekspor non migas yang tumbuh 0,5% yoy atau melambat dari 7,8% yoy pada kuartal IV-2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×