kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.484   95,00   0,58%
  • IDX 7.786   -166,18   -2,09%
  • KOMPAS100 1.084   -21,92   -1,98%
  • LQ45 796   -15,92   -1,96%
  • ISSI 263   -5,05   -1,88%
  • IDX30 413   -8,36   -1,98%
  • IDXHIDIV20 480   -8,28   -1,70%
  • IDX80 120   -2,71   -2,21%
  • IDXV30 129   -3,26   -2,46%
  • IDXQ30 134   -2,54   -1,86%

Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tak Sampai 5% di Kuartal III-2025


Jumat, 29 Agustus 2025 / 09:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tak Sampai 5% di Kuartal III-2025
ILUSTRASI. Ekonom CORE memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada berada di kisaran 4,7% hingga 4,9% di kuartal III-2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi tak sampai 5% pada kuartal III 2025. Hal ini sejalan dengan tren konsumsi yang diperkirakan melandai.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut hanya berada di kisaran 4,7% hingga 4,9% secara year on year (yoy). Proyeksi tersebut lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025 yang capai 5,12%.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga diperkirakan hanya akan tumbuh kisaran 4,5% hingga 4,8% di kuartal III-2025, lebih rendah dari kuartal II 2025 sebesar 4,97%.

Yusuf menyebut, pertumbuhan konsumsi pada kuartal III 2025 lebih landai lantaran tak ada momentum musiman, seperti liburan sekolah, dan belanja terkait hari besar keagamaan atau libur bersama.

Baca Juga: Para Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Full Year 2025 Hanya 5%

“Maka di kuartal ketiga tren ini cenderung mereda karena konsumsi telah ter-front loaded (terealisasi di depan),” tutur Yusuf kepada Kontan, Kamis (28/8/2025).

Selian itu, ia melihat sejumlah indikator seperti indeks penjualan ritel, kepercayaan konsumen, dan penjualan barang tahan lama juga menunjukkan gejala pelemahan, menandakan rumah tangga mulai menahan belanja di tengah ketidakpastian pekerjaan dan tekanan di sektor manufaktur.

Menurutnya, meski ada faktor penopang seperti pelonggaran suku bunga Bank Indonesia (BI) dan stimulus fiskal yang diharapkan dapat menjaga daya beli, dampaknya kemungkinan baru terasa bertahap dan tidak cukup kuat untuk menahan perlambatan konsumsi jangka pendek.

Lebih lanjut, untuk keseluruhan tahun 2025, perekonomian Indonesia diperkirakan hanya mampu tumbuh sekitar 4,7% hingga 4,9% atau berpotensi berada di bawah 5%.
Yusuf melihat, capaian pertumbuhan kuartal kedua sebesar 5,12% yoy lebih banyak dipengaruhi oleh efek basis dan belanja publik yang tinggi, yang sulit dipertahankan di paruh kedua tahun ini.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Prediksi Konsumsi Rumah Tangga Melambat pada Kuartal III-2025

Selain itu, lemahnya permintaan domestik, perlambatan ekspor, serta tekanan di pasar tenaga kerja membuat ruang akselerasi ekonomi terbatas.

Oleh karena itu, ia menambahkan, strategi kebijakan perlu diarahkan pada penguatan konsumsi rumah tangga melalui stimulus fiskal yang tepat sasaran, penyaluran kredit produktif untuk UMKM, dan langkah cepat menahan pelemahan tenaga kerja manufaktur.

“Koordinasi fiskal-moneter menjadi kunci agar stimulus mampu menjaga daya beli masyarakat tanpa menimbulkan ketidakseimbangan makro di tahun-tahun berikutnya,” tandasnya. 

Selanjutnya: Promo JSM Superindo 29-31 Agustus 2025, Es Krim Wall's-Attack Detergent Diskon 40%

Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 29-31 Agustus 2025, Es Krim Wall's-Attack Detergent Diskon 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×