Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun membela pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa tidak menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, pernyataan tersebut tidak boleh dibaca secara harfiah, melainkan sebagai pesan untuk menenangkan masyarakat di tengah tekanan pelemahan rupiah.
Misbakhun mengatakan, Presiden sedang berupaya menjaga psikologis publik agar tidak panik menghadapi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat. Jangan dibaca terlalu eksplisit,” ujar Misbakhun kepada awak media di Gedung Parlemen, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pesan Presiden bertujuan menjaga ketenangan masyarakat dan mencegah munculnya keresahan sosial akibat isu pelemahan rupiah yang terus dibicarakan di ruang publik.
Baca Juga: Pemerintah Kejar Target Distribusi Tanah Reforma Agraria 152.280 Bidang pada 2026
“Yang ingin dijaga oleh Bapak Presiden itu adalah jangan sampai masyarakat terjadi kepanikan,” katanya.
Ia menilai, sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana tetap kondusif di tengah tekanan ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan.
“Presiden menenangkan rakyatnya itu hal yang sangat wajar. Presiden menyejukkan hati rakyatnya itu adalah tugasnya Presiden,” ujar Misbakhun.
Misbakhun menegaskan, pernyataan Prabowo tidak dimaksudkan untuk menafikan dampak pelemahan rupiah terhadap masyarakat. Sebab pemerintah memahami kenaikan dolar tetap mempengaruhi harga barang dan aktivitas ekonomi domestik.
“Pak Presiden tahu bahwa dampak dolar itu dirasakan oleh semua masyarakat. Yang dimaksud Bapak Presiden itu orang desa tidak menggunakan dolar, tapi itu adalah pesan yang tersirat. Tujuannya adalah menenangkan,” katanya.
Ia juga mengkritik pihak-pihak yang membandingkan pernyataan Presiden dengan argumentasi teknis ekonomi secara mentah-mentah.
“Kalau kemudian diadu dengan argumentasi teknis yang tidak nyambung, ya tidak ketemu. Orang tujuannya menenangkan untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Komisi XI DPR Minta BI Serius Jaga Rupiah Agar Tak Menekan Ekonomi Domestik
Menurut Misbakhun, Presiden ingin mencegah masyarakat terjebak dalam kepanikan dan rumor-rumor terkait pelemahan rupiah yang bisa berdampak terhadap stabilitas sosial maupun politik.
“Jangan sampai di warung kopi ngomongin dolar, di warung Indomie ngomongin dolar, terus di mana-mana ngomongin dolar,” katanya.
Meski membela pernyataan Presiden, Komisi XI DPR RI tetap meminta Bank Indonesia serius menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui langkah-langkah moneter yang terukur.
“Tadi rapat ini meminta Bank Indonesia melakukan operasi moneter yang terukur yang bisa memberikan dampak langsung terhadap penguatan nilai tukar rupiah,” kata Misbakhun.
Bahkan, DPR meminta rupiah dapat kembali diarahkan menuju level Rp 16.500 per dolar AS sesuai asumsi makro dalam APBN 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













