kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.208   158,00   0,88%
  • IDX 5.434   -160,46   -2,87%
  • KOMPAS100 717   -19,64   -2,67%
  • LQ45 542   -15,43   -2,77%
  • ISSI 188   -6,20   -3,19%
  • IDX30 307   -9,38   -2,97%
  • IDXHIDIV20 380   -11,94   -3,05%
  • IDX80 82   -2,17   -2,59%
  • IDXV30 105   -1,97   -1,85%
  • IDXQ30 99   -3,68   -3,60%

BI: Uang Primer (M0) Tumbuh 14,2% pada Mei 2026, Capai Rp 2.214,6 Triliun


Senin, 08 Juni 2026 / 11:42 WIB
BI: Uang Primer (M0) Tumbuh 14,2% pada Mei 2026, Capai Rp 2.214,6 Triliun
ILUSTRASI. Bank Indonesia catat uang primer Mei 2026 capai Rp 2.214,6 triliun, tumbuh 14,2%.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau monetary base (M0) Adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 2.214,6 triliun.

Meski masih tumbuh tinggi, laju pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 14,3% YoY.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan uang primer pada Mei 2026 didorong oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia serta peningkatan uang kartal yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi US$ 144,9 Miliar Pada Mei 2026

"Uang Primer (M0) Adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 14,3% (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun," ujar Denny dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).

Denny menjelaskan, pertumbuhan M0 Adjusted ditopang oleh kenaikan giro bank umum di Bank Indonesia Adjusted yang tumbuh 17,4% secara tahunan. Sementara itu, uang kartal yang diedarkan meningkat 15,8% yoy.

Menurut BI, perkembangan uang primer tersebut mencerminkan kondisi likuiditas yang tetap memadai di sistem keuangan. Pertumbuhan M0 juga telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas yang dilakukan Bank Indonesia melalui kebijakan pengendalian moneter yang telah disesuaikan (adjusted).

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” kata Denny.

Bank Indonesia sebelumnya menegaskan akan terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan guna mendukung stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong penyaluran kredit bagi pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×