kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Penjelasan Kemenhut soal Kayu Gelondongan yang Ikut Terbawa Banjir di Sumut


Sabtu, 29 November 2025 / 18:37 WIB
Diperbarui Sabtu, 29 November 2025 / 18:39 WIB
Penjelasan Kemenhut soal Kayu Gelondongan yang Ikut Terbawa Banjir di Sumut
ILUSTRASI. Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/11/2025) sebayak 32 orang meninggal dunia diwilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Video viral kayu gelondongan ikut terbawa banjir di wilayah Sumatra Utara menjadi perhatian di media sosial. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dwi Januanto Nugroho pun memberi penjelasan.Ia mengatakan, kayu gelondongan yang hanyut terbawa ini berasal dari kayu lapuk dan kayu tumbang akibat cuaca ekstrem. 

Lalu, sebagian kayu ini juga berasal dari hasil penebangan di area Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di Areal Penggunaan Lain (APL). 

"Nah di area penebangan yang kita deteksi dari PHAT itu ada di APL, yang secara mekanisme untuk kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi dalam Sistem Informasi Penataan Hasil Kehutanan," kaya Dwi dalam konferensi pers di Kantornya, Jum'at (28/11/2025). 

Baca Juga: Banjir Sumatra, Ini Daftar Jalan yang Tidak Bisa Dilalui

Namun, menurut Dwi, APL ini didukung legalitas di tingkat daerah seperti perangkat desa, camat hingga dinas-dinas yang menangani kehutanan. 

Kemenhut sendiri mengklaim telah melakukan operasi-operasi di wilayah banjir terkait dengan modus operandi pencucian kayu melalui PHAT tersebut. 

"Khusus di wilayah banjir seperti Aceh Tengah statusnya sudah P21, Sumbar, Kepri, Tapanuli Selatan atau Sumut masih berproses," kata Dwi. 

Dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial, banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Netizen menduga itu merupakan praktik illegal logging yang ikut memperparah banjir dan longsor.

Baca Juga: Pemerintah Kirim 11 Helikopter untuk Percepatan Penanganan Banjir di Sumatra

Selanjutnya: Barcelona vs Alaves: Prediksi dan Link Live Streaming di La Liga Hari Ini

Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Satu Wakil Indonesia Melesat ke Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×