kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah tepis perekonomian tengah terpuruk


Selasa, 16 Desember 2014 / 19:10 WIB
ILUSTRASI. Film Happy Death Day dan beberapa judul film yang memiliki tema cerita tentang time loop dengan genre horor misteri.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Terus terpuruknya rupiah terhadap dollar bagi sebagian pengamat ekonomi mencerminkan rapuhnya fundamental ekonomi nasional. Bahkan, hari ini rupiah hampir menyentuh angka Rp 13.000 per dollar AS. 

Namun, bagi Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, tergerusnya rupiah bukanlah cermin terpuruknya kondisi ekonomi Indonesia. "Jangan vonis bahwa ekonomi Indonesia terpuruk," ujar Robert saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12).

Robert mengatakan, situasi pelemahan mata yang juga dialami hampir seluruh negara. Menurutnya, saat ini situasi global memang tertekan oleh kondisi perekonomian AS. Dia pun mengaku tidak setuju apabila kondisi ekonomi Indonesia saat ini diadakan dengan kondisi ekonomi Indonesia tahun 1998.

Saat ini tambah dia, situasinya lebih mirip dengan situasi tahun 2013 lalu di mana ada tekanan dari ekonomi AS. Bahkan kata dia, kondisi fundamental ekonomi Indonesia lebih baik setelah pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi pada pertengahan Oktober lalu. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×