kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemerintah Salurkan Tambahan Bansos Rp18,47 Triliun untuk 18,5 Juta Penerima


Kamis, 19 Juni 2025 / 21:03 WIB
Pemerintah Salurkan Tambahan Bansos Rp18,47 Triliun untuk 18,5 Juta Penerima
ILUSTRASI. Warga menerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) di Kantor Pos Cabang Utama, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/5/2024). Pemerintah melalui Kementerian Sosial serta bekerjasama dengan PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan sosial PKH kepada 23.000 keluarga penerima manfaat di Kota Bandung yang bertujuan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/Spt.


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah telah merealisasikan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp18,47 triliun hingga 2 Juni 2025, yang disalurkan kepada 18,51 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran ini merupakan bagian dari lima paket stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah pada Juni 2025, salah satunya berupa tambahan bantuan sembako dan beras bagi masyarakat rentan.

Baca Juga: Realisasi Belanja Bansos Capai Rp 48,8 Triliun, Kemenkeu Janji Tuntas Juni 2025

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa bantuan ini menyasar KPM yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bantuan sembako ini ditujukan untuk masyarakat yang memenuhi syarat sebagai KPM dan terdaftar dalam DTSEN,” demikian informasi yang dikutip Kontan.co.id dari akun Instagram resmi @ditjenperbendaharaan, Kamis (19/6).

Rincian Bantuan dan Periode Penyaluran

Setiap KPM akan menerima bantuan senilai Rp200.000 per bulan, yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok bergizi seperti beras, daging, buah-buahan, dan sayuran.

Bantuan tambahan ini diberikan sekali pada bulan Juni dan mencakup periode penyaluran Juni hingga Juli 2025.

Baca Juga: Subsidi Turun, Konsumsi Naik, Pemerintah Gencarkan Stimulus dan Bansos

Pemerintah berharap tambahan bansos ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak oleh tekanan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.

Langkah ini juga diharapkan mendukung pemulihan daya beli serta menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×