kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah relokasi dana agar defisit APBN turun


Rabu, 03 Desember 2014 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Lawang Sewu


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Salah satu fokus pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 adalah menurunkan defisit anggaran. Penurunan ini sebagai bentuk antisipasi ketidakpastian ekonomi global tahun depan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan akan menggunakan sebagian dari dana realokasi anggaran untuk menurunkan defisit anggaran. "Sebagai antisipasi ketidakpastian ekonomi global masa depan, seperti kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS)," ujarnya, Rabu (3/12).

Seperti diketahui, dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 2.000 per liter maka terjadi penghematan anggaran hingga Rp 100 triliun pada tahun depan. Dalam APBN 2015 defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp 245,9 triliun atau 2,21% dari PDB. Untuk menurunkan defisit tersebut, pemerintah akan melakukan penghematan dan relokasi anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×