kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pemerintah relokasi dana agar defisit APBN turun


Rabu, 03 Desember 2014 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Lawang Sewu


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Salah satu fokus pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 adalah menurunkan defisit anggaran. Penurunan ini sebagai bentuk antisipasi ketidakpastian ekonomi global tahun depan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan akan menggunakan sebagian dari dana realokasi anggaran untuk menurunkan defisit anggaran. "Sebagai antisipasi ketidakpastian ekonomi global masa depan, seperti kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS)," ujarnya, Rabu (3/12).

Seperti diketahui, dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 2.000 per liter maka terjadi penghematan anggaran hingga Rp 100 triliun pada tahun depan. Dalam APBN 2015 defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp 245,9 triliun atau 2,21% dari PDB. Untuk menurunkan defisit tersebut, pemerintah akan melakukan penghematan dan relokasi anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×