Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan lahan skala besar untuk mengejar realisasi program campuran etanol 20% atau E20.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan 2 juta lahan baru untuk mendukung realiasi program etanol 20 (E20). Dia menyebut lahan baru ini untuk memproduksi bahan baku etanol yakni tebu, jagung dan singkong.
"Sekarang etanol kita kejar. Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya kita gerakan masif seluruh Indonesia," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Menkeu Suahasil Melantik Pejabat Baru di Kemenkeu, Ada DJP hingga Bea Cukai
Amran menegaskan bahwa lahan yang akan digunakan ini merupakan lahan hutan yang memang memang dialokasikan untuk tanaman pangan.
Menurutnya, saat ini ada 20 juta hektar lahan yang sudah tersedia untuk mendukung program ini.
Amran juga menegaskan bahwa pembabatan hutan menjadi opsi terakhir, jika lahan yang tersedia saat ini tidak sesuai untuk ditanami tiga komoditas strategis tersebut.
"Jadi jangan langsung babat hutan, nggak. Itu terakhir. Yang kedua adalah seluruh yang sudah dilepaskan kita pilih. Ada 1,3 juta hektar. Kita pilih lagi. Kalau sudah cocok dengan tebu, oke itu aja kita pakai," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Amran mengatakan telah melakukan koordinasi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah.
Amran menyebut pada tahap awal Kementan akan menyiapkan bantuan benih jagung untuk 1 juta hektar kepada setiap pemerintah daerah.
"Kami lihat jagungnya yang tanamannya bagus, produksinya tinggi, saya akan tambah di Januari tambah luasan jagung," tegasnya.
Baca Juga: Hari Ini (21/9) MK Gelar Sidang Uji Materi Syarat Cawapres Gibran, Ini Tuntutannya
"Begitu pula alat mesin pertanian kita berikan support, tetapi yang paling penting adalah tebu. Kita butuh 1 juta hektar. Tadi sudah dihadiri oleh Pak Dirjen dari Kehutanan Planologi kemudian Deputi dari BUMN kita akan bergerak bersama," lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebutuhan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan E20 di dalam negeri. Pemerintah memperkirakan membutuhkan sekitar 2 juta hektare lahan untuk mendukung produksi bahan baku etanol.
Zulhas menyebut lahan tersebut akan dipetakan dari sejumlah wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua. “Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi, ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua, kita bisa dapatkan 2 juta,” katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (16/9/2026).
Dalam skema tersebut, Kementerian Pertanian akan menyiapkan kebutuhan lahan dan rencana pengembangannya. Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan berperan dalam pembangunan industri pengolahan etanol.
Zulhas mengatakan pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai setelah dilakukan pemetaan terhadap potensi lahan yang tersedia.
“Kalau kami dapatkan 2 juta tuh ya Insya Allah nanti yang E20 ini bisa kita penuhi dalam 2 tahun mendatang,” ujar Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














