kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   52,00   0,29%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Tangani Karhutla


Senin, 21 September 2026 / 07:31 WIB
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Tangani Karhutla
ILUSTRASI. Sejak bulan Agustus, sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.(REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla terus dilakukan.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026). 

Teddy menyebut bahwa luas wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Meski demikian, pemerintah terus berupaya tanpa henti untuk menangani hal tersebut. 

Baca Juga: Ekonomi 2026 Hanya Bisa Tumbuh di Kisaran 5%, Daya Dorong Belanja APBN Belum Maksimal

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” lanjutnya. 

Menurut Teddy, sejak bulan Agustus, sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Sebanyak 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI terus bergerak melakukan water bombing.

Selain dukungan udara, sebanyak 54.394 personel gabungan juga terus bergerak di lapangan. Personel gabungan ini terdiri dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat. 

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” katanya. 

Sebelumnya, jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali menurun. Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan hingga Rabu (16/9/2026) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 479 hotspot high confidence, atau turun 558 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Baca Juga: Ekonom Maybank Ungkap Penyebab Belanja APBN Belum Dorong Ekonomi

Meski terjadi penurunan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan tetap memperkuat pengendalian karhutla di sejumlah wilayah karena risiko kebakaran dan dampak asap masih terjadi, termasuk terhadap habitat dan satwa liar.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, penurunan hotspot high confidence terjadi di seluruh enam provinsi prioritas. 

Sumatera Selatan mencatat 123 titik, turun dari 245 titik sehari sebelumnya. Kalimantan Tengah turun dari 266 menjadi 102 titik, Kalimantan Barat dari 43 menjadi 21 titik, Jambi dari 62 menjadi 12 titik, Kalimantan Selatan dari 72 menjadi 11 titik, serta Riau dari 15 menjadi 11 titik. 

Penurunan cukup besar terlihat di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Sumatra Selatan. Namun, Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas.

Karena itu, patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, dan pendinginan tetap diperkuat di wilayah rawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×