kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Pemerintah punya cara lain menekan angka kemiskinan, apa itu?


Senin, 03 September 2018 / 19:19 WIB
Pemerintah punya cara lain menekan angka kemiskinan, apa itu?
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian PPT/ Bappenas akan tingkatkan pengetahuan masyarakat desa agar lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga untuk kurangi tingkat kemiskinan yang terjadi pedesaan.

Menteri PPN / Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini masalah terbesar untuk Indonesia adalah mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu dalam upaya menangani tingkat kemiskinan yang terjadi pemerintah akan mulai melakukan penanganan dari tingkat keluarga yang ada di desa, dengan cara mensosialisasikan bagaimana cara mengelola keuangan keluarga secara bijak.

"Nah yang sekarang ini kita bicarakan lebih banyak kepada manajemen keuangan keluarga, sehingga ini bisa mengurangi rasa khawatir atau rasa pesimis dari keluarga-keluarga terutama yang kategori pendapatannya masih rendah untuk menatap masa depan," ujar Bambang di kantor Kementerian Bappenas, Senin (3/9).

Bambang, menambahkan bahwa selain memperkuat pengetahuan mengenai manajemen keuangan, pemerintah juga mengharapkan para masyarakat desa untuk mulai berinvestasi untuk kebutuhan sekolah anak, dan kebutuhan ke depannya.

Alissa Wahid, Sekretaris Umum lembaga Kemasyarakatan Keluarga sekaligus Psikolog keluarga juga mengatakan bahwa, sosialisasi yang dilakukan pada keluarga di pedesaan untuk mengelola keuangan nya secara baik sangat diperlukan. Karena biasanya masyarakat desa tidak tahu bagaimana cara mengelola keuangan yang baik sehingga sering terjerat oleh konsumsi yang berlebihan.

"Jadi di dalam program ini kita ingin membantu keluarga supaya mereka bisa menghitung dengan lebih baik, membuat rencana dengan lebih baik. Seperti kalau untuk pendidikan anak dibutuhkan berapa sih setiap bulan yang disisihkan, atau untuk dana darurat misalnya itu berapa yang dibutuhkan." ujar Alissa usai mengadakan pertemuan dengan Menteri PPN/ Bappenas.

Selain itu, penyuluhan ini juga akan dilakukan mulai dari warga masyarakat yang baru ingin mendaftar untuk menikah di KUA. Selain mendaftar untuk menikah para calon keluarga baru tersebut juga akan diberikan penyuluhan mengenai bagaimana mengelola keuangan keluarga ke depannya.

Penyuluhan yang akan dilakukan ini ke depannya akan bekerjasama dengan Kementerian Agama, Kementerian Desa, Kementerian Sosial, serta Nahdlatul Ulama. Adapun program ini masih dalam kajian oleh Kementerian dan Lembaga terkait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×