CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah genjot produksi pangan dalam negeri


Selasa, 28 Desember 2010 / 11:35 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah berusaha meningkatkan produksi pangan dalam negeri untuk menghadapi tantangan perekonomian tahun 2011. Salah satu caranya meminta pemerintah daerah fokus menggenjot produksi pangan nasional.

Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Dedi Masykur Riyadi mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan Pemerintah Jawa Barat memberi perhatian besar pada produksi pangan. "Begitu juga dengan Jambi," katanya, Selasa (28/12).

Dedi menjelaskan, peningkatan produksi pangan dalam negeri ini untuk mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri. Maklum saja, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir harga komoditi pangan dunia seperti jagung, beras, gandum, dan gula cenderung naik karena produsen membatasi stok.

Pemerintah menargetkan, besaran peningkatan produksi pangan sama dengan tahun 2010. Selain itu, pemerintah juga berharap kemampuan stok pangan nasional diperkirakan relatif sama dengan tahun 2010 yakni 1,5 juta ton per bulan.

Selama ini, Dedi mengakui produksi pangan belum sebanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah berencana memberikan insentif bagi petani untuk berproduksi berupa harga pembelian pemerintah terhadap beras dan gabah, serta dukungan subsidi input. Namun, upaya ini masih harus berhadapan dengan tantangan anomali iklim dan kompetisi penggunaan lahan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×