kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pemerintah bikin desain Jembatan Selat Sunda


Minggu, 26 Agustus 2012 / 19:14 WIB
ILUSTRASI. Saham-saham ini banyak dilego asing saat IHSG rebound


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Penyusunan rencana proyek nasional Jembatan Selat Sunda (JSS) terus dilakukan pemerintah. Saat ini, pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengaku telah mempersiapkan basic design atau desain dasar pembangunan proyek mercusuar terebut.

Achmad Hermanto Dardak, Wakil Menteri Kementerian Pekerjaan Umum(PU) menuturkan, secara teknis, Kementerian PU sudah menyiapkan Term of Reference(TOR) terkait design pembangunan jembatan. "Ini sebagai langkah mempercepat pengerjaan JSS ketika sudah ke tahap tender," jelas Hermanto kepada KONTAN, akhir pekan ini.

Seperti diketahui, Tim Tujuh atau tim bentukan pemerintah belum memutuskan siapa nantinya yang akan melaksanakan uji kelayakan proyek, pihak pemerintah atau pihak swasta. Menurut Hermanto, penyelesaian masalah uji kelayakan masih dalam pembahasan di internal Tim Tujuh.

Namun Ia menilai, penyiapan TOR design JSS merupakan langkah guna mempercepat pelaksanaan proyek, ketika semuanya telah ditetapkan Tim Tujuh. Hasil dari tim tujuh akan menjadi bahan rekomendasi kepada Ketua Dewan Pengarah Pengembangan Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS), yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Nantinya, akan ada Peraturan Menteri (Permen) Koordinator Perekonomian, serta TOR dan kontrak pemerintah serta pemrakarsa. Hermanto menuturkan, target penyelesaian jembatan ditaksir menelan dana Rp 100 triliun. Pemerintah sendiri menargetkan pelaksanaan groundbreaking akan dimulai tahun 2014 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×