Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pusat Pengembangan Keuangan Internasional Indonesia (PFII) mulai melakukan pendekatan kepada investor global dan family office untuk membangun kepercayaan terhadap ekosistem keuangan Indonesia. Respons dari para investor yang ditemui PFII disebut cukup positif.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, PFII saat ini tengah dipersiapkan bersama Kementerian Keuangan. Salah satu fokusnya adalah memastikan struktur dan tata kelola PFII dapat memenuhi standar internasional sehingga mampu menarik kepercayaan investor global.
“Keberadaan PFII ini benar-benar mendapatkan kepercayaan atau trust dari para investor, dari para family office,” ujar Rosan dalam konferensi pers, Jumat (14/8).
Baca Juga: Menkes: Renovasi 10.000 Puskesmas Ditargetkan Rampung 2029-2030
Rosan mengungkapkan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan para investor dan family office di Bali. Antusiasme yang ditunjukkan dalam pertemuan tersebut bahkan melampaui kapasitas yang telah disiapkan.
Dari 70 undangan yang disebar, ia menyebut undangan yang datang mencapai 110 orang.
“Dan responsnya alhamdulillah boleh saya sampaikan sebelumnya sangat positif,” kata Rosan.
Menurut Rosan, tingginya jumlah peserta yang hadir menunjukkan adanya minat terhadap pengembangan PFII. Namun, para calon investor tersebut tetap ingin melihat secara lebih jelas struktur dan format PFII sebelum memberikan kepercayaan lebih jauh, agar sesuai dengan standar dunia.
Karena itu, pemerintah akan melakukan sosialisasi PFII secara berkala dan berkelanjutan kepada investor global maupun family office.
Rosan menjelaskan, PFII merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun infrastruktur pendukung bagi pengembangan ekosistem keuangan internasional di Indonesia. Danantara, kata dia, pada tahap ini berperan dalam pembangunan infrastruktur fisik seperti gedung dan sarana pendukung lainnya.
“Kami kalau Danantara ini sebetulnya hanyalah sebagai pembangun untuk infrastrukturnya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya. Nah ini yang membutuhkan suatu perencanaan yang baik yang matang,” jelasnya.
Ia menilai, perencanaan yang matang menjadi penting agar PFII tidak hanya memiliki fasilitas fisik, tetapi juga mampu membangun kredibilitas di mata investor internasional.
Rosan menambahkan, pembentukan PFII sendiri telah memiliki landasan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pelaksanaannya, dengan rencana kegiatan PFII untuk sementara berpusat di Jakarta terlebih dahulu, dan kemudian di Bali.
Menurut dia, komunikasi dengan calon investor akan terus dilakukan untuk memastikan desain PFII sesuai dengan kebutuhan dan standar internasional.
“Dan oleh sebab itu kita akan melakukan sosialisasi secara berkala dan juga secara terus-menerus,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemerintah Akui MBG Masih Bermasalah, Menko Pangan Targetkan Beres dalam 1-2 Bulan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
