kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah akan impor 185.500 ton daging, untuk atisipasi kebutuhan lebaran


Rabu, 10 Februari 2021 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Penjualan daging sapi di Pasar Senen, Jakarta KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Herlina Kartika Dewi

Melihat pasokan yang menipis maka importir diminta untuk memperhatikan peningkatan stok daging di gudang. 

Selain itu, importir juga diminta menyediakan potongan karkas impor dalam bentuk segar dingin (chilled) yang akan dijual ke pasar dalam bentuk daging sapi segar dengan harga yang lebih terjangkau. Lantaran, umumnya masyarakat Indonesia memilih daging sapi segar. 

"Kami meminta kepada importir untuk melaporkan rencana realisasi pemasukan daging sapi/kerbau selama tahun 2021, dan khususnya untuk bulan Maret, April, dan Mei," kata Nasrullah. 
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma'arif menambahkan, pihaknya meminta para importir daging berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam penyediaan daging sapi/kerbau, serta mencegah gejolak harga daging Ramadan dan Lebaran. 

Baca Juga: Ini alasan Bulog akan impor 80.000 ton daging kerbau dari India

Para importir juga diminta bekerjasama dengan pemerintah daerah agar dapat bersama-sama melakukan operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga daging sapi/kerbau.

"Kami meminta dukungan dan komitmen dari semua unsur untuk bersama-sama mengantisipasi ketersediaan dan mencegah terjadinya gejolak harga dagingm" ujar Syamsul.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: "Antisipasi Kebutuhan Saat Lebaran, Pemerintah Impor 185.500 Ton Daging"

Penulis : Yohana Artha Uly
Editor : Bambang P. Jatmiko

Selanjutnya: Bulog ingin produksi beras kualitas premium dengan harga medium

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×