kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.693   17,00   0,10%
  • IDX 6.096   -222,80   -3,53%
  • KOMPAS100 804   -27,92   -3,35%
  • LQ45 617   -14,06   -2,23%
  • ISSI 215   -10,59   -4,70%
  • IDX30 353   -7,26   -2,02%
  • IDXHIDIV20 441   -7,94   -1,77%
  • IDX80 93   -2,99   -3,12%
  • IDXV30 121   -2,87   -2,31%
  • IDXQ30 116   -2,01   -1,71%

Pelonggaran moneter dibutuhkan untuk dorong kredit


Kamis, 19 Mei 2016 / 21:11 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih berpendapat dibutuhkan cara-cara untuk mendorong permintaan kredit saat ini. Salah satunya melalui pelonggaran kebijakan moneter.

Lana mengatakan, dari sisi debitur tampak terlihat bahwa kredit yang tidak dicairkan meningkat. Pada Desember 2015, kredit yang tidak dicairkan sebesar 30% sementara pada Januari 2016 meningkat menjadi 31,4%.

Menurut Lana, saat ini konsumen masih belum yakin dengan kondisi ekonomi saat ini. Hal tersebut juga tercermin dari survei konsumen Bank Indonesia, yang menujukkan bahwa konsumen keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan dan pembelian barang tahan lama semakin menurun.

Sementara itu, hasil riset lembaganya didapat hubungan antara pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dengan pertumbuhan kredit. Menurut Lana, PDB menurun maka pertumbuhan kredit akan menurun. Begitu juga sebaliknya.

"Saya kira upaya yang disebutkan BI perlu dicoba untuk memotong simpul-simpul dalam pola penyaluran kredit," kata Lana, Kamis (19/5).

Lana juga melihat adanya ruang penurunan BI rate mengingat inflasi yang tergolong rendah. Bahkan menurut Lana, seharusnya BI menurunkan suku bunganya meski telah mengumumkan akan mengganti suku bunga acuan yang berlaku pada Agustus mendatang.

Menurutnya, saat ini BI hanya bisa menurunkan BI rate jika hasil Federal Open Market Committee (FOMC) Juni mendatang memutuskan untuk menahan suku bunga The Fed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×