Reporter: Indra Khairuman, Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penerbitan Patriot Bond oleh BPI Danantara diperkirakan tidak akan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski demikian, instrumen pembiayaan ini tetap berpotensi membawa risiko bagi anggaran negara.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan penerbitan Patriot Bond tidak akan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Menurutnya, instrumen ini menyasar kalangan super kaya dan sejumlah korporasi, bukan investor berpendapatan tetap yang sensitif terhadap spread.
Baca Juga: Patriot Bond Tak Ganggu Anggaran Negara
“Dengan kupon 2%, substitusi langsung dari surat berharga negara (SBN) ke Patriot Bond secara ekonomis sangat kecil,” ujar Josua kepada *Kontan*, Kamis (28/8).
Patriot Bond juga diterbitkan melalui mekanisme private placement. Strategi ini mengurangi persaingan langsung dengan lelang SBN sehingga tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah diperkirakan terbatas.
Namun, Josua mengingatkan adanya beberapa hal yang perlu diantisipasi.
“Misalnya, saat penerbitan berbarengan dengan jadwal lelang SBN besar atau jika ada imbauan moral kepada korporasi besar,” kata dia. Meski begitu, dampaknya diyakini hanya kecil dan bersifat sementara.
Baca Juga: Peluncuran Patriot Bond Diprediksi Tak Memberatkan Biaya Utang Pemerintah
Lebih lanjut, Josua menilai penerbitan Patriot Bond juga bisa berdampak tidak langsung terhadap APBN.
Pertama, berpotensi memberi efek positif bagi fiskal apabila dana tersebut dapat menggantikan kebutuhan penyertaan modal negara (PMN) untuk proyek-proyek Danantara.
Dengan demikian, belanja modal bisa lebih terkendali atau kebutuhan penerbitan SBN berkurang di masa mendatang.