kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Pandu Sjahrir Sentil Bank BUMN, Minta Bandingkan dengan Perbankan Global


Kamis, 29 Januari 2026 / 15:24 WIB
Pandu Sjahrir Sentil Bank BUMN, Minta Bandingkan dengan Perbankan Global
ILUSTRASI. Pandu Sjahrir kritik keras perbankan BUMN yang dinilai nyaman. (REUTERS/Selena Li)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, melontarkan kritik ke perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih terjebak di zona nyaman. Ia meminta bank-bank pelat merah berhenti saling membandingkan kinerja di lingkup domestik dan mulai melirik perbankan global.

Pandu menyoroti kebiasaan bank BUMN yang seringkali hanya melihat kompetitor di level bawah atau sesama bank lokal sebagai tolok ukur kesuksesan. Menurutnya, mindset tersebut harus segera dirombak jika ingin membawa Indonesia bersaing di kancah internasional.

"Mohon maaf saya setahun terakhir banyak melihat badan usaha milik negara (BUMN) banyak sekali bank-bank kita, misalnya, melihatnya bank-bank yang lain di bawah. Saya bilang kenapa kamu membandingkan satu sama lain (antar bank BUMN). Kamu bandingkan dengan DBS, kamu bandingkan ke JP Morgan, dengan HSBC," ujarnya dalam acara Prasasti Economic Forum 2026, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Jangkauan MBG Meluas! Anak Putus Sekolah Kini Ikut Nikmati Gizi Gratis

Menurut Pandu, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah memberikan landasan yang sangat bagus bagi industri keuangan untuk naik kelas. Namun, regulasi saja tidak cukup jika semangat kompetisinya hanya menargetkan pasar kecil atau negara tetangga.

Untuk itu, Pandu meminta agar perbankan dan pasar modal Indonesia berkaca pada dua kutub ekonomi besar di Asia.

"Kompetisi kita bukan negara tetangga, lupakan itu. Kompetisi kita harus India, harus Hong Kong. Lihat dua North Star itu dan contoh saja. Jangan pergi ke pasar yang lebih kecil," imbuhnya.

Sikap agresif dan pola pikir maju (forward looking) disebutnya sebagai kunci utama. Ia bahkan menyentil tren anak muda atau pekerja masa kini terkait keseimbangan hidup. Menurutnya, untuk menjadi kelas dunia, dibutuhkan dedikasi kerja yang luar biasa.

"Bahasa saya, kamu butuh work-work balance jika ingin kerja. Saya rasa lupakan soal work-life balance ini jika ingin maju. Kamu harus lebih agresif, kamu harus menjadi kelas dunia dalam apa yang kamu kerjakan," tegas Pandu.

Baca Juga: Ditjen Pajak Ungkap Aktivasi Akun Coretax Sudah Capai 90,85% dari Target

Lebih lanjut, Pandu menambahkan, masukan yang dia berikan ini kembali lagi ke regulator untuk menyongsong kemajuan industri keuangan di tanah air.

"Jadi ini sih menurut saya masukkan, mungkin saya serahkan balik kepada regulator. Karena kita harus melihat ke depan. We cannot be backward looking," pungkasnya.

Selanjutnya: Kebijakan Trump Dinilai Tak Ganggu Proyek Bisnis Penangkapan Karbon di Indonesia

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 3 Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Perempatfinal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×