kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Nilai Tukar Petani Meningkat 0,73% pada Januari 2025


Senin, 03 Februari 2025 / 15:35 WIB
Nilai Tukar Petani Meningkat 0,73% pada Januari 2025
ILUSTRASI. Petani memanen cabai rawit di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (4/7/2023). BPS mencatat, nilai tukar petani (NTP) mencapai 123,68 pada Januari 2025 i meningkat 0,73% dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 122,78.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) mencapai 123,68  pada Januari 2025. NTP ini meningkat 0,73% dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 122,78.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kenaikan terjadi lantaran Indeks Harga Diterima Petani (It) naik sebesar 0,82% menjadi 150,72 lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,09% yang sebesar 121,87.

“Komoditas yang mempengaruhi harga yang diterima petani nasional adalah cabai rawit, cabai merah, kakao atau coklat biji, dan gabah,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (3/2).

Baca Juga: Pemerintahan Prabowo Harus Gercep Benahi Ekonomi Kerakyatan

Kemudian, komoditas penyumbang indeks harga dibayar petani adalah cabai rawit, cabai merah, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin.

Sementara itu, subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi adalah produk Hortikultura yang mengalami kenaikan sebesar 9,12%.

Adapun komoditas yang mempengaruhi perkembangan kenaikan indeks harga yang diterima petani  pada subsektor tersebut adalah cabai rawit dan merah, wortel dan kentang.

Baca Juga: Tantangan Menyempitnya Ruang Fiskal

Sementara nilai tukar nelayan (NTN) mengalami peningkatan sebesar 0,51%. Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima nelayan dalam subsektor ini adalah ikan layang, ikan kembung, teri, dan ikan selar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×