kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Nilai Impor Indonesia Capai US$ 241,86 Miliar di 2025, Naik 2,83%


Senin, 02 Februari 2026 / 15:12 WIB
Nilai Impor Indonesia Capai US$ 241,86 Miliar di 2025, Naik 2,83%
ILUSTRASI. Impor barang modal Indonesia melonjak 20,06% pada 2025, menjadi pendorong utama kenaikan total impor.  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang periode Januari–Desember 2025 mencapai US$ 241,86 miliar. Nilai  impor ini meningkat 2,83% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun 2024 yang senilai US$ 235,20 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan nilai impor tersebut terutama ditopang oleh kinerja impor nonmigas. Dari total impor 2025, nilai impor migas tercatat sebesar US$ 32,77 miliar, turun 9,67% yoy. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$ 209,69 miliar, tumbuh 5,11% yoy.

“Secara kumulatif, peningkatan nilai impor pada 2025 terutama terjadi pada kelompok barang modal,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: AS Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI di 2025, Tembus US$ 18,11 Miliar

BPS mencatat, nilai impor barang modal sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$ 50,13 miliar, atau naik 20,06% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor barang modal tersebut memberikan andil sebesar 3,56% terhadap pertumbuhan total impor.

Ateng menjelaskan, kenaikan impor barang modal terutama berasal dari komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85), mesin dan perlengkapan mekanis serta bagiannya (HS84), serta kendaraan dan bagiannya (HS87).

Di sisi lain, impor bahan baku atau bahan penolong justru mengalami penurunan. Nilai impor kelompok ini tercatat turun 0,83% yoy menjadi US$ 169,30 miliar. Penurunan juga terjadi pada impor barang konsumsi yang menyusut 1,35% yoy menjadi US$ 22,42 miliar sepanjang 2025.

"Menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan Tiongkok dan Amerika Serikat. Sementara itu, impor dari Jepang, negara ASEAN, dan juga Uni Eropa mengalami penurunan," imbuh Ateng.

Baca Juga: BPS Catat Defisit Perdagangan RI-China Tembus US$ 20,50 Miliar Sepanjang 2025

Selanjutnya: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong

Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×