kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

BPS Catat Impor Indonesia Naik 2,05%, Tiga Komoditas Ini Jadi Penyumbang Terbesar


Rabu, 01 Oktober 2025 / 13:30 WIB
BPS Catat Impor Indonesia Naik 2,05%, Tiga Komoditas Ini Jadi Penyumbang Terbesar
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2025 mencapai US$ 155,99 miliar. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2025 mencapai US$ 155,99 miliar, naik 2,05% dibanding periode sama tahun lalu (US$ 152,85 miliar).

kenaikan impor terutama ditopang oleh impor non-migas yang mencapai US$ 134,88 miliar, naik 4,85% dari tahun sebelumnya (US$ 128,64 miliar).

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah menyampaikan, berdasarkan impor komoditas utama non minyak dan gas (migas), tiga terbesar terdiri dari impor mesin/peralatan mekanis mencapai US$ 23,24 miliar atau naik 5,38% dari periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Kunjungan Wisman Capai 1,51 Juta pada Agustus 2025, Paling Banyak dari Malaysia

“Nilai impor mesin/peralatan mekanis dengan volume 3,07 juta ton (naik 9,42%),” tutur Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (1/10/2025).

Meski volumenya meningkat, namun rata-rata unit volumenya hanya mencapai US$ 7.608,67 per ton, atau turun 3,95%.

Selanjutnya adalah impor mesin/perlengkapan elektrik mencapai US$ 19,95 miliar, atau naik 10,62% dari periode sama tahun lalu.

Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Pendorong Utama Inflasi September 2025, Naik 25 Bulan Beruntun

Perkembangan volume impornya mencapai 1,36 juta ton atau naik 18.90% dari periode sama tahun lalu. Sedangkan rata-rata unit volumenya mencapai US$ 15.305,57 per ton atau turun 4,67%.

Terakhir, kendaraan dan bagiannya impornya mencapai US$ 7,37 miliar, atau naik 22,89%. Volume impornya mencapai 1,10 juta ton, atau naik 29,22%. Sedangkan rata-rata unit volumenya mencapai US$ 6.710,40 atau turun 5,56%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×