kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Mudik Lebaran Masih Bisa Menjadi Penyumbang Roda Ekonomi


Minggu, 22 Maret 2026 / 20:49 WIB
Mudik Lebaran Masih Bisa Menjadi Penyumbang Roda Ekonomi
ILUSTRASI. Arus mudik di Stasiun Pasar Senen (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Momentum mudik Idulfitri sejauh ini konsisten mendorong peningkatan aktivitas ekonomi nasional.

Berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 15%–20% dibandingkan bulan normal, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya kecepatan perputaran uang (velocity of money).

Tingginya marginal propensity to consume (MPC) masyarakat Indonesia pada periode ini turut memperkuat dorongan konsumsi, termasuk peningkatan pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50%–70%.

Secara empiris, mudik Idulfitri telah menjadi instrumen penguatan ekonomi yang konsisten dan terukur.

Baca Juga: Kemenhub Persiapkan Strategi Arus Balik Pemudik dari Sumatra ke Jawa, Simak Poinnya

Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 juga menunjukkan aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan (yoy).

Kontribusi tersebut terjadi melalui redistribusi aliran uang dari pusat aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah, sehingga memperluas dampak ekonomi dan meningkatkan peredaran uang secara lebih merata.

“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa, ” jelas Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto di keterangan, akhir pekan lalu (21/3).

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, 39.608 Truk Terdeteksi Langgar Pembatasan Angkutan Barang

Untuk momentum Idulfitri 2026, proyeksi aktivitas ekonomi menunjukkan tren yang optimistis dan diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Evaluasi Idulfitri 2025 yang mencatat pergerakan masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Pergerakan dan belanja masyarakat di tahun 2026 Haryo harapkan semakin meningkat agar mampu menunjang target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5%-5,6% (yoy).

Baca Juga: 1,8 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret

Optimisme tersebut didukung oleh berbagai kebijakan stimulus, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi senilai Rp 911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53%–54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

Baca Juga: Lebaran 2026: 10 Juta Orang Tercatat Mudik Gunakan Transportasi Umum

Pemerintah setiap tahunnya secara konsisten telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui momentum mudik Idulfitri.

Kebijakan tersebut antara lain pemberian diskon tiket transportasi umum yang dikompensasi melalui subsidi dan insentif fiskal, serta penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6% untuk tiket pesawat pada Lebaran 2025 yang bisa menurunkan harga tiket hingga 14%.

“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkas Haryo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×