kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Lebaran 2026: 10 Juta Orang Tercatat Mudik Gunakan Transportasi Umum


Minggu, 22 Maret 2026 / 10:41 WIB
Lebaran 2026: 10 Juta Orang Tercatat Mudik Gunakan Transportasi Umum
ILUSTRASI. Total 10 juta orang sudah mudik Lebaran 2026, naik 9,23% dari tahun lalu. Simak moda transportasi mana yang paling diminati dan puncaknya! (Dok/PT KAI)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, secara kumulatif sejak H-8 hingga H-1 Lebaran, jumlah penumpang angkutan umum menembus angka 10.003.583 orang. Angka ini tumbuh 9,23% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebanyak 9,15 juta orang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, mengungkapkan tren kenaikan terjadi di hampir seluruh moda. Sektor penyeberangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 14,78% dengan total 2,48 juta penumpang, disusul moda perkeretaapian yang tumbuh 13,22% menjadi 2,98 juta orang.

Sementara itu, angkutan udara mencatat 2,19 juta penumpang, angkutan darat 1,58 juta penumpang, dan angkutan laut sebanyak 761.993 orang.

"Hingga H-1, sepuluh juta orang telah mudik Lebaran dengan angkutan umum," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (21/3/2026).

Titis menyebutkan, pada puncak arus mudik H-1 (20 Maret 2026) saja, terdapat 915.635 orang yang berangkat. Pergerakan ini didominasi oleh penumpang kereta api sebanyak 302.823 orang dan angkutan udara domestik sebanyak 161.598 orang.

Baca Juga: Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,5%-5,7% pada Kuartal I 2026, Ini Pendorongnya

Tak hanya itu, pergerakan kendaraan pribadi juga terpantau padat di berbagai titik. Pada H-1, tercatat 117.016 unit kendaraan keluar dari gerbang Tol Jakarta, sementara total pergerakan kendaraan di gerbang Tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit.

Selanjutnya, di jalur arteri, volume kendaraan yang keluar dari Jabodetabek bahkan menyentuh angka 474.454 unit.

Dari sisi kinerja operasional, Kemenhub melaporkan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) yang cukup terjaga. Moda perkeretaapian antarkota memimpin dengan OTP sebesar 98,20%, disusul angkutan laut 95,70%, dan udara domestik sebesar 85,79%. Namun, sektor penyeberangan mencatatkan OTP paling rendah di angka 63,19% pada H-1 akibat kepadatan volume kendaraan di pelabuhan.

Memasuki periode pasca-Lebaran, pemerintah kini mulai mengalihkan fokus pada penanganan arus balik. Titis menyampaikan bahwa puncak arus balik diperkirakan akan jatuh pada 24 Maret 2026 (H+3). Masyarakat diminta waspada terhadap potensi kepadatan di simpul-simpul transportasi utama pada tanggal tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Kaji WFH, Sektor Pelayanan, Industri, dan Perdagangan Dikecualikan

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal, menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” terang Titis.

Selain pengaturan waktu, Titis menekankan pentingnya kesiapan fisik dan kendaraan bagi masyarakat yang menggunakan moda pribadi maupun umum.

“Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×