Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perputaran uang pada periode mudik Lebaran 2026 diprediksi bisa mencapai Rp 148 triliun hingga Rp 160 triliun.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, angka ini didapatkan dari prediksi jumlah pemudik yang mencapai 143,9 juta orang di tahun ini.
"Jika menggunakan asumsi moderat, misalnya sekitar 35–36 juta kepala keluarga yang mudik dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp4–Rp4,5 juta selama periode Ramadan hingga Lebaran, maka perputaran uang di masyarakat kemungkinan masih berada di kisaran Rp148 triliun hingga Rp160 triliun," kata Yusuf pada Kontan.co.id, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Danantara Targetkan Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung Semester I-2026
Bahkan, Yusuf memproyeksi perputaran uang bisa lebih tinggi jika konsumsi selama satu bulan periode Ramadan ikut diperhitungkan.
Namun begitu, Yusuf menilai perputaran uang ini bukan hanya satu-satunya faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.
Yusuf menegaskan bahwa angka ini lebih tepat dilihat sebagai gambaran aktivitas ekonomi yang sedang terjadi karena faktor musiman.
Di sisi lain, beberapa indikator awal tahun juga menunjukkan kondisi domestik yang relatif cukup terjaga, seperti keyakinan konsumen yang masih berada di zona optimistis, aktivitas manufaktur yang ekspansif, serta penjualan ritel yang mulai meningkat menjelang Ramadan.
"Selain itu, belanja pemerintah di awal tahun juga relatif lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga ikut menambah likuiditas di perekonomian dan mendukung aktivitas ekonomi," ungkap Yusuf.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan pergerakan masyarakat pada tahun ini bakal mencapai 143,91 juta orang atau setara 50,60% dari total penduduk Indonesia.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Swasta Turun Jadi US$ 193,0 Miliar Pada Februari 2026
Meski angka survei tersebut menurun 1,75% dibandingkan potensi tahun 2025 yang sebesar 146 juta orang, Menhub tetap mewaspadai lonjakan di lapangan. Belajar dari pengalaman tahun lalu, realisasi pergerakan justru melambung melampaui prediksi survei.
"Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada Tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












