kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.268   -42,00   -0,51%
  • KOMPAS100 1.164   -5,00   -0,43%
  • LQ45 835   -3,89   -0,46%
  • ISSI 296   -0,69   -0,23%
  • IDX30 437   -1,34   -0,31%
  • IDXHIDIV20 520   -4,70   -0,90%
  • IDX80 130   -0,49   -0,38%
  • IDXV30 144   0,42   0,30%
  • IDXQ30 140   -1,41   -1,00%

Mudik Lebaran 2026: 3,67 Juta Kendaraan Diprediksi Bakal Keluar Jakarta


Kamis, 19 Februari 2026 / 14:18 WIB
Mudik Lebaran 2026: 3,67 Juta Kendaraan Diprediksi Bakal Keluar Jakarta
ILUSTRASI. Pemerintah mulai memetakan potensi pergerakan masyarakat menjelang masa angkutan mudik Lebaran 2026.  (Dok/BKIP Kemenhub)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memetakan potensi pergerakan masyarakat menjelang masa angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui sejumlah gerbang tol utama mencapai angka jutaan kendaraan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pergerakan keluar Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama masa angkutan Lebaran (H-10 sampai H+11) diproyeksi mencapai 3,67 juta kendaraan. Adapun prediksi puncak arus mudik jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume sebanyak 259.000 kendaraan.

"Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional. Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan tujuan favorit nasional antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: 143 Juta Pemudik: Ini Rencana Besar Kemenhub Amankan Lebaran 2026

Sementara itu, proyeksi lalu lintas masuk kembali ke Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa selama periode yang sama tercatat sebanyak 3,54 juta kendaraan. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan perkiraan 285.000 kendaraan yang kembali ke ibu kota.

Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, Dudy telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Salah satu fokus utamanya adalah penyediaan posko pelayanan, pengecekan kelaikan armada (ramp check), hingga pemeriksaan kesehatan awak kendaraan.

“Kami berharap Pemprov DKI dapat menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, serta meningkatkan layanan angkutan feeder terutama menuju ke simpul-simpul mudik gratis,” katanya.

Selain itu, pengaturan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara kondisional dengan menempatkan petugas keamanan di titik-titik rawan kemacetan dan pemantauan melalui CCTV. 

Jalur alternatif juga disiapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan. Dudy juga meminta adanya penambahan fasilitas umum di simpul transportasi terpadat seperti gerai makanan, bengkel, hingga toilet portabel.

"Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan juga penting dilakukan, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengguna kendaraan pribadi," imbuhnya.

Baca Juga: Rekayasa Lalin Mudik Lebaran 2026 Ditetapkan, Cek Jadwal One Way!

Selanjutnya: KKP Pastikan Stok Ikan Aman dan Harga Stabil Selama Ramadan 2026

Menarik Dibaca: Momen Bukber Lebih Hemat: Promo Domino's & Bakmi GM Tawarkan Diskon Spesial!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×