kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Merapat ke Istana, Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden


Senin, 08 Juni 2026 / 16:39 WIB
Merapat ke Istana, Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden
ILUSTRASI. Said Iqbal (KOMPAS.com/Pramdia Arhando Julianto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Said Iqbal merapat ke Istana Kepresidenan pada Senin (8/6/2026). 

Said mengaku kedatanganya ke Istana untuk menghadiri undangan pelantikannya sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan. 

“Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan,” kata Said pada awak media, Senin (8/6/2026). 

Baca Juga: BGN Kaji Refocusing Penerima Manfaat MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

Said mengaku masuknya ke bagian jajaran pemerintahan merupakan upaya dalam memperjuangkan suara buruh. 

Diketahui. Said sendiri saat ini merupakan Presiden Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh. 

Menurutnya, keterlibatannya masuk ke dalam Kabinet untuk menjaga keseimbangan dari kalangan pengusaha yang sebelumnya juga sudah banyak masuk ke dalam jajaran pemerintah. 

“Karena kawan-kawan pengusaha kan misal, misal ya kita selalu melihat secara kasat mata melalui Pak Luhut, melalui Pak Airlangga, melalui Pak Bahlil, melalui Pak Rosan, banyak memberikan masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal. Yang dari buruh kan tidak ada,” ujarnya. 

Said memastikan masuknya dia menjadi Penasehat Khusus Presiden tidak akan mengurangi daya kritisnya terhadap memperjuangkan hak-hak buruh. 

“Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu aja,” jelasnya. 

Baca Juga: SPKS: Harga TBS Sawit Petani Sudah Mulai Naik, Tapi Belum Normal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×