kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Merapat ke Istana, Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden


Senin, 08 Juni 2026 / 16:39 WIB
Merapat ke Istana, Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden
ILUSTRASI. Said Iqbal (KOMPAS.com/Pramdia Arhando Julianto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Said Iqbal merapat ke Istana Kepresidenan pada Senin (8/6/2026). 

Said mengaku kedatanganya ke Istana untuk menghadiri undangan pelantikannya sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan. 

“Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan,” kata Said pada awak media, Senin (8/6/2026). 

Baca Juga: BGN Kaji Refocusing Penerima Manfaat MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

Said mengaku masuknya ke bagian jajaran pemerintahan merupakan upaya dalam memperjuangkan suara buruh. 

Diketahui. Said sendiri saat ini merupakan Presiden Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh. 

Menurutnya, keterlibatannya masuk ke dalam Kabinet untuk menjaga keseimbangan dari kalangan pengusaha yang sebelumnya juga sudah banyak masuk ke dalam jajaran pemerintah. 

“Karena kawan-kawan pengusaha kan misal, misal ya kita selalu melihat secara kasat mata melalui Pak Luhut, melalui Pak Airlangga, melalui Pak Bahlil, melalui Pak Rosan, banyak memberikan masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal. Yang dari buruh kan tidak ada,” ujarnya. 

Said memastikan masuknya dia menjadi Penasehat Khusus Presiden tidak akan mengurangi daya kritisnya terhadap memperjuangkan hak-hak buruh. 

“Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu aja,” jelasnya. 

Baca Juga: SPKS: Harga TBS Sawit Petani Sudah Mulai Naik, Tapi Belum Normal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×