Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hasil survei penjualan eceran oleh Bank Indonesia (BI) memprakirakan tekanan inflasi pada September 2026 akan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat.
Kelapa Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso memperkriakan, Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.
“Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5,” tutur Denny dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Ada Fenomena El Nino, Inflasi Berpotensi Kembali Meningkat
Adapun inflasi diperkriakan mereda sejalan dengan penjualan eceran yang diperkriakan melambat pada September 2026. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) September yang mengalami penurunan menjadi 148, 3, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 159,8.
Di sisi lain, inflasi pada Desember diperkriakan meningkat dejalan dengan IEP Desember 2026 tercatat meningkat sebesar 171,6, lebih tinggi dibandingkan periode November 2026 yang sebesar 153,8.
Responden menginformasikan bahwa penurunan pada IEP September 2026 dipengaruhi oleh normalisasi pasca kegiatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI), sementara peningkatan pada IEP Desember 2026 dipengaruhi oleh HBKN Natal.
Baca Juga: Inflasi Juli 2026 Melambat, Tekanan Harga Belum Benar-Benar Reda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
