kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -13.000   -0,52%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Mentan Targetkan Stok Beras Bulog Capai 6 Juta Ton di Tahun 2026


Kamis, 20 November 2025 / 12:31 WIB
Mentan Targetkan Stok Beras Bulog Capai 6 Juta Ton di Tahun 2026
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman targetkan stok beras Bulog bisa mencapai 6 juta ton di tahun 2026 dan jadi pasokan tertinggi selama 57 tahun terakhir


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras Bulog bisa mencapai 6 juta ton di tahun 2026. 

Amran mengatakan, pasokan Bulog di akhir tahun mendatang diprediksi tersisa 3 juta ton. Pasokan ini diklaim menjadi yang tertinggi selama 57 tahun terakhir. 

Sementara itu, Amran memproyeksi bahwa penyerapan beras pada panen raya di Februari hingga April mendatang bisa mencapai 3 juta ton. 

"Artinya 3 juta tambah 3 juta (sisa di gudang tahun ini) akan menjadi 6 juta (total pasokan)," kata Amran dalam Konferensi Pers di Kantor Bulog, Kamis (20/11/2025). 

Baca Juga: Stok Melimpah, Bulog Berpeluang Lakukan Ekspor Beras

Amran mengatakan bahwa saat ini tantangan yang harus dihadapi adalah terkait keterbatasan gudang. 

"Ini tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang karena ini tidak mudah," jelas Amran. 

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani memastikan pembangunan 100 gudang akan dimulai pada tahun depan. 

Rizal mengatakan pada tahap awal pihaknya akan membangun sebanyak 50 gudang di lahan yang sudah existing milik Bulog. 

Sementara, 50 sisanya akan dibantu disiapkan oleh pemerintah daerah yang ingin menghibahkan lahannya untuk pembangunan gudang. 

"Lokasinya sudah di rapatkan, sudah dikomunikasikan dengan jajaran Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri dan dengan kami juga," ujar Rizal. 

Yang terang, kata Rizal, harapan Presiden, gudang ini akan dibangun di Kabupaten/Kota yang belum memiliki gudang, seperti di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia. 

"Seperti di Kepulauan Maluku Utara, kemudian di Papua Pegunungan, itu juga kita akan bangun," tambah Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×