kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Menpar: Revisi batas VAT refund beres bulan ini


Kamis, 16 Agustus 2018 / 14:42 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pariwisata Arief Yahya


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan merevisi penurunan batas minimal pajak pertambahan nilai atau value added tax (VAT) refund. Bila tidak ada aral melintang, pemerintah akan menurunkan batas minimum yang mendapatkan VAT refund menjadi Rp 1 juta dari yang saat ini sebesar Rp 5 juta.

“Kami terus koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan standard operating procedure (SOP) diharapkan bulan ini selesai. Tapi ini agak susah, karena ketentuan ini ada di UU,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di kompleks parlemen, Kamis (16/8).

Ia melanjutkan, revisi batasan minimum VAT refund ini dibutuhkan cepat. Sebab, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, VAT refund yang diberlakukan Indonesia kalah kompetitif dari negara lain.

“Kita kurang kompetitif. Kita bisa jadi surga belanja, daripada devisa kita keluar ke yang lain, mending orang asing datang ke Indonesia untuk belanja. Sekarang itu surganya masih Singapura,” katanya.

Pada tahun ini, pemerintah menargetkan menyerap devisa pariwisata sebesar US$ 17 miliar. Sementara untuk tahun depan, target devisa pariwisata yang diharapkan masuk ke Indonesia mencapai US$ 20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×