kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.677   91,00   0,52%
  • IDX 6.538   -185,55   -2,76%
  • KOMPAS100 866   -27,47   -3,08%
  • LQ45 643   -14,56   -2,21%
  • ISSI 236   -6,81   -2,80%
  • IDX30 365   -6,68   -1,80%
  • IDXHIDIV20 451   -4,61   -1,01%
  • IDX80 99   -2,87   -2,82%
  • IDXV30 127   -2,24   -1,73%
  • IDXQ30 118   -1,40   -1,18%

Menko Airlangga: Investasi Jumbo dari Investor Global Masuk ke Indonesia pada 2026


Selasa, 03 Februari 2026 / 13:08 WIB
Menko Airlangga: Investasi Jumbo dari Investor Global Masuk ke Indonesia pada 2026
ILUSTRASI. Menko perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah investasi jumbo yang sudah masuk ke Indonesia dan akan direalisasikan pada 2026, terutama dari negara mitra strategis seperti Jepang, Singapura, dan Inggris.

Airlangga mengatakan, Jepang telah meluncurkan inisiatif ASEAN Zero Emission Community senilai US$ 500 miliar yang difokuskan pada pengembangan energi terbarukan di kawasan bersama negara-negara G20. Dari total investasi tersebut, Jepang menyiapkan pendanaan sekitar US$ 21,4 miliar untuk Indonesia.

“Sejauh ini Indonesia sudah memanfaatkan sekitar US$ 3,5 miliar (dari investasi Jepang), dan masih banyak lagi dana yang akan masuk ke Indonesia,” ujar Airlangga dalam agenda Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Pembahasan Tarif AS Rampung, Kementerian Luar Negeri Siapkan Pertemuan Prabowo-Trump

Menurut Airlangga, seluruh investasi tersebut sudah masuk dalam pipeline. Salah satunya adalah proyek pembangkit listrik Cirebon dengan kapasitas 12.600 megawatt (MW) yang telah masuk dalam daftar proyek strategis.

“Secara informal saya sampaikan kepada Pak Arsjad Rasjid, pembangkit listrik Cirebon sudah masuk daftar dengan kapasitas 12.600 MW. Banyak dana akan masuk melalui beliau sebagai gerbang investasi,” katanya.

Selain Jepang, kerja sama dengan Singapura juga terus diperkuat. Airlangga menyebut Indonesia dan Singapura memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) serta tengah membahas rencana ekspor energi hijau ke Singapura. 

"Kami membicarakan ekspor energi hijau ke Singapura, serta program talenta digital dan pengembangan sumber daya manusia," ungkap Airlangga.

Baca Juga: DEN Sebut Ketikdakpastian Global Kembali Melonjak di Awal 2026

Lebih lanjut, Indonesia juga memperluas kolaborasi dengan Inggris di sektor pendidikan dan energi. Pemerintah bekerja sama dengan Russell Group untuk mendukung pembangunan 10 universitas baru di Indonesia yang fokus pada bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran (STEM-M).

Airlangga menyebutkan, sepuluh universitas dari Russell Group, termasuk University of Cambridge, King’s College London, dan Imperial College London, menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Selain pendidikan, Inggris juga sedang menyiapkan penandatanganan kerja sama di sektor energi dengan Indonesia,” pungkas Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×