Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah investasi jumbo yang sudah masuk ke Indonesia dan akan direalisasikan pada 2026, terutama dari negara mitra strategis seperti Jepang, Singapura, dan Inggris.
Airlangga mengatakan, Jepang telah meluncurkan inisiatif ASEAN Zero Emission Community senilai US$ 500 miliar yang difokuskan pada pengembangan energi terbarukan di kawasan bersama negara-negara G20. Dari total investasi tersebut, Jepang menyiapkan pendanaan sekitar US$ 21,4 miliar untuk Indonesia.
“Sejauh ini Indonesia sudah memanfaatkan sekitar US$ 3,5 miliar (dari investasi Jepang), dan masih banyak lagi dana yang akan masuk ke Indonesia,” ujar Airlangga dalam agenda Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Pembahasan Tarif AS Rampung, Kementerian Luar Negeri Siapkan Pertemuan Prabowo-Trump
Menurut Airlangga, seluruh investasi tersebut sudah masuk dalam pipeline. Salah satunya adalah proyek pembangkit listrik Cirebon dengan kapasitas 12.600 megawatt (MW) yang telah masuk dalam daftar proyek strategis.
“Secara informal saya sampaikan kepada Pak Arsjad Rasjid, pembangkit listrik Cirebon sudah masuk daftar dengan kapasitas 12.600 MW. Banyak dana akan masuk melalui beliau sebagai gerbang investasi,” katanya.
Selain Jepang, kerja sama dengan Singapura juga terus diperkuat. Airlangga menyebut Indonesia dan Singapura memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) serta tengah membahas rencana ekspor energi hijau ke Singapura.
"Kami membicarakan ekspor energi hijau ke Singapura, serta program talenta digital dan pengembangan sumber daya manusia," ungkap Airlangga.
Baca Juga: DEN Sebut Ketikdakpastian Global Kembali Melonjak di Awal 2026
Lebih lanjut, Indonesia juga memperluas kolaborasi dengan Inggris di sektor pendidikan dan energi. Pemerintah bekerja sama dengan Russell Group untuk mendukung pembangunan 10 universitas baru di Indonesia yang fokus pada bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran (STEM-M).
Airlangga menyebutkan, sepuluh universitas dari Russell Group, termasuk University of Cambridge, King’s College London, dan Imperial College London, menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Selain pendidikan, Inggris juga sedang menyiapkan penandatanganan kerja sama di sektor energi dengan Indonesia,” pungkas Airlangga.
Selanjutnya: Pembahasan Tarif AS Rampung, Kementerian Luar Negeri Siapkan Pertemuan Prabowo-Trump
Menarik Dibaca: Bunga Kompetitif, ORI029 Alternatif Diversifikasi di tengah Volatilitas Pasar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













