Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi nasional dan global dalam gelaran Indonesia Economic Summit (IES) 2026.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyoroti penurunan produktivitas dalam negeri yang diperparah oleh lonjakan ketidakpastian global pada awal tahun ini.
Mari menjelaskan bahwa produktivitas Indonesia tengah mengalami tren penurunan akibat berbagai persoalan klasik di pasar domestik yang belum tuntas.
Baca Juga: Mari Elka: Tak Ada Jalan Ekonomi Tumbuh 8% Tanpa Investasi Berkualitas
"Saya rasa kita semua sangat akrab dengan daftar masalah yang terjadi saat ini. Dan hal tersebut menyebabkan produktivitas kita menurun," ujar Mari dalam forum tersebut, Selasa (3/2/2026).
Selain faktor internal, Mari menekankan bahwa tantangan eksternal kini jauh lebih berat. Ketidakpastian global yang sempat melandai tipis di tahun 2025, kembali melonjak pada tiga minggu pertama tahun 2026.
Ia menggarisbawahi beberapa isu kunci, mulai dari pergeseran rantai pasok hingga perlambatan ekonomi China yang dipastikan akan berdampak langsung pada Indonesia.
"Dan kita semua tau daftar masalah ketidakpastian dalam perdagangan, pergeseran rantai pasok, serta perlambatan ekonomi Tiongkok yang sebenarnya akan berdampak pada kita," katanya.
Baca Juga: Mari Elka Sebut Kebijakan Pajak yang Berlaku Selama Ini Salah Arah
Namun, yang paling mengkhawatirkan menurut Mari adalah fenomena "persenjataan" ekonomi (weaponization of economic instruments).
Jika sebelumnya instrumen ekonomi hanya digunakan untuk membatasi China di sektor tertentu seperti semikonduktor, kini polanya telah berubah menjadi intervensi keamanan yang lebih luas.
Selanjutnya: Seskab Klarifikasi Presiden Prabowo Pakai 2 Pesawat ke Luar Negeri: Itu Tidak Benar
Menarik Dibaca: Fitur Canggih Vivo X200T: Android 16 dan AI Bikin Hidup Mudah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













