kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

DEN Sebut Ketikdakpastian Global Kembali Melonjak di Awal 2026


Selasa, 03 Februari 2026 / 12:40 WIB
DEN Sebut Ketikdakpastian Global Kembali Melonjak di Awal 2026
Mari Elka Pangestu (SETNEG/BPMI Setpres). Mari Elka Pangestu memberi peringatan serius di awal 2026. Produktivitas domestik anjlok, ketidakpastian global melonjak.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi nasional dan global dalam gelaran Indonesia Economic Summit (IES) 2026. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyoroti penurunan produktivitas dalam negeri yang diperparah oleh lonjakan ketidakpastian global pada awal tahun ini.

Mari menjelaskan bahwa produktivitas Indonesia tengah mengalami tren penurunan akibat berbagai persoalan klasik di pasar domestik yang belum tuntas. 

Baca Juga: Mari Elka: Tak Ada Jalan Ekonomi Tumbuh 8% Tanpa Investasi Berkualitas

"Saya rasa kita semua sangat akrab dengan daftar masalah yang terjadi saat ini. Dan hal tersebut menyebabkan produktivitas kita menurun," ujar Mari dalam forum tersebut, Selasa (3/2/2026).

Selain faktor internal, Mari menekankan bahwa tantangan eksternal kini jauh lebih berat. Ketidakpastian global yang sempat melandai tipis di tahun 2025, kembali melonjak pada tiga minggu pertama tahun 2026. 

Ia menggarisbawahi beberapa isu kunci, mulai dari pergeseran rantai pasok hingga perlambatan ekonomi China yang dipastikan akan berdampak langsung pada Indonesia.

"Dan kita semua tau daftar masalah ketidakpastian dalam perdagangan, pergeseran rantai pasok, serta perlambatan ekonomi Tiongkok yang sebenarnya akan berdampak pada kita," katanya.

Baca Juga: Mari Elka Sebut Kebijakan Pajak yang Berlaku Selama Ini Salah Arah

Namun, yang paling mengkhawatirkan menurut Mari adalah fenomena "persenjataan" ekonomi (weaponization of economic instruments). 

Jika sebelumnya instrumen ekonomi hanya digunakan untuk membatasi China di sektor tertentu seperti semikonduktor, kini polanya telah berubah menjadi intervensi keamanan yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×