Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menegaskan fondasi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah berbagai “noise” yang sempat memicu keraguan investor global.
Dalam rangkaian pertemuan dengan manajer investasi besar di Amerika Serikat (AS), otoritas fiskal memaparkan kondisi makroekonomi dan arah kebijakan yang dinilai tetap berada di jalur yang tepat, sekaligus merespons langsung kekhawatiran pasar internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, dialog dengan investor di New York dan Washington DC menjadi momentum untuk mengklarifikasi persepsi yang berkembang terkait kondisi fiskal Indonesia.
Sejumlah investor besar seperti HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Moody's Turunkan Outlook, Menkeu Purbaya Minta Investor Tak Khawatir Kondisi Fiskal
"Kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar," tegas Purbaya dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Dalam forum itu, pemerintah memaparkan kondisi makroekonomi Indonesia yang tetap terjaga, termasuk stabilitas fiskal dan prospek pertumbuhan.
Penjelasan ini penting untuk meredam keraguan yang muncul akibat berbagai isu eksternal maupun sentimen pasar yang belum tentu mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya.
Purbaya menekankan, pada dasarnya investor global, terutama dari Amerika Serikat, tidak meragukan kekuatan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Ekspansi hingga 2033
Namun, mereka membutuhkan kepastian dan klarifikasi atas berbagai isu yang beredar, khususnya terkait keberlanjutan fiskal dan kenyamanan berinvestasi.
"Mereka tidak ragu, hanya ingin memastikan isu fiskal itu tidak benar," ujarnya.
Dari sisi minat investasi, pemerintah melihat sinyal yang tetap positif. Sejumlah investor bahkan diklaim masih memiliki rencana untuk menambah eksposur di Indonesia, asalkan mendapatkan kejelasan atas kondisi terkini.
Artinya, sentimen pasar lebih dipengaruhi oleh persepsi jangka pendek ketimbang perubahan fundamental.
Lebih jauh, Purbaya bilang, investor juga memberikan masukan agar pemerintah meningkatkan komunikasi dengan pelaku pasar global.
Hal ini dinilai penting untuk menghindari kesenjangan informasi yang bisa memicu persepsi negatif, termasuk penilaian dini dari lembaga pemeringkat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 6% di 2026
Sebagian investor bahkan menilai outlook negatif yang sempat muncul terlalu terburu-buru, mengingat data ekonomi terbaru belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil.
Untuk memperkuat keyakinan pasar, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid sesuai asumsi APBN. Pencapaian pertumbuhan di kisaran 5,5% pada semester pertama dinilai akan menjadi katalis penting bagi kepercayaan investor.
“Jika pertumbuhan terjaga di kisaran 5,5%, investor akan makin yakin menambah investasi,” kata Purbaya.'
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ajak Investor Asing Tak Ragu, Janjikan Investasi Lebih Menarik
Ke depan, pemerintah menegaskan akan menjaga konsistensi implementasi kebijakan fiskal yang telah dirancang.
Langkah ini menjadi kunci untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata investor global di tengah dinamika pasar yang masih penuh ketidakpastian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













