kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Ekspansi hingga 2033


Minggu, 15 Februari 2026 / 16:40 WIB
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Ekspansi hingga 2033
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Sultra alami peningkatan pada 2025 (ANTARA FOTO/Andry Denisah)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian Indonesia dapat terus berada dalam fase ekspansi hingga 2033, meskipun ekonomi global saat ini diliputi ketidakpastian.

Dalam sambutannya di hadapan para wisudawan, Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional cukup kuat untuk menghadapi gejolak eksternal. 

Ia menyoroti bahwa sekitar 90%  pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh permintaan dalam negeri (domestic demand), sementara kontribusi faktor global hanya sekitar 10%.

Baca Juga: Target 8% Prabowo Dinilai Realistis, Menkeu Purbaya: Bahkan Idealnya 10%

"Jadi kalau yang 10% amburadul, saya hidupkan yang 90%. Kita harusnya masih gak apa-apa. Intinya adalah anda jangan takut," ujar Purbaya dalam acara Wisuda UI, Sabtu (14/2).

Menurut Purbaya, nasib perekonomian Indonesia berada di tangan bangsa sendiri. 

Selama pemerintah dan pelaku usaha mampu menjaga serta memperkuat konsumsi rumah tangga, investasi domestik, dan belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi tetap dapat dijaga meski kondisi global bergejolak.

Ia menjelaskan, secara teori ekonomi, pergerakan pertumbuhan mengikuti siklus bisnis (business cycle), yakni periode ekspansi selama tujuh–10 tahun yang kemudian diikuti fase perlambatan atau resesi sekitar satu tahun. 

Indonesia terakhir mengalami resesi pada 2020 saat pandemi melanda.

"Resesi kita terakhir tahun 2020. 2023 kita memasuki fase ekspansi lagi. Dan kalau kita pintar kita bisa ekspansi terus sampai tahun 2023 sebelum ekonominya melambat lagi," katanya.

Bahkan, ia menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga momentum pertumbuhan tersebut setidaknya hingga 2030. 

Selanjutnya: Lonjakan Minat Perawatan Kulit dan Anti Penuaan Dini Jadi Ladang Bisnis Baru

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×