kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 6% di 2026


Kamis, 01 Januari 2026 / 12:06 WIB
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 6% di 2026
ILUSTRASI. Kawasan perkantoran di Jakarta. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa otimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa otimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Dengan kebijakan fiskal dan moneter yang semakin sinkron, Purbaya yakin perekonomian Indonesia mampu tumbuh lebih baik dibandingkan kondisi saat ini.

"Yang penting adalah ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron antara kami dengan Bank Sentral, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik dari sekarang," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Purbaya menyebutkan, target pertumbuhan ekonomi pada 2026 sebesar 6% bukanlah sesuatu yang sulit dicapai.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2026, Analis Sebut Butuh Enam Hal Ini

Sementara itu, pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,2% secara tahunan, dengan capaian kuartal keempat masih berada di atas 5,5%.

Menurut Purbaya, salah satu kunci utama pendorong pertumbuhan adalah percepatan belanja fiskal yang sudah mulai dilakukan sejak awal tahun.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) melalui komunikasi yang lebih intensif dan efektif.

Dalam mendukung iklim usaha, pemerintah juga mulai menggelar sidang debottlecking yang berfungsi sebagai forum untuk mengidentifikasi langsung berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha.

Meski baru berjalan satu kali, Purbaya mengaku sudah memperoleh gambaran persoalan utama yang dihadapi dunia bisnis.

Ia menambahkan, langkah-langkah tersebut mulai mendapat respons positif dari investor, termasuk investor asing.

Sejumlah pelaku usaha dari luar negeri, seperti Singapura dan negara lainnya, disebut telah menyampaikan minat dan bahkan mulai merealisasikan investasi di Indonesia.

"Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6% atau lebih," kata Purbaya.

Baca Juga: Defisit APBN 2025 Diprediksi Lampaui 2,78% dari PDB, Tapi Tak Sampai 3%

Selanjutnya: Pengguna Aktif Lalamove Tumbuh 36%, Mitra Pengemudi Meningkat 20% Sepanjang 2025

Menarik Dibaca: Bibit Siklon Tropis 90S Berpotensi Jadi Badai, Hujan Lebat di Sebagian Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×