Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I-2026 mengalami defisit sebesar Rp 196,5 triliun, atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi tersebut meningkat dari posisi defisit Mei 2026 yang sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB dibandingkan April 2026.
Namun, secara turunan mengalami penurunan sebesar 3,8% year on year (yoy) dibandingkan posisi semester I-2025 yang sebesar 0,84% PDB.
Baca Juga: Melebar! Purbaya Lapor Defisit APBN 2025 Tembus 2,92% PDB
Defisit APBN ini disebabkan karena pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang signifikan meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pendapatan negara hingga Semester I-2026 sebesar Rp 1.459,4 triliun, atau setara 46,3% dari target tahun ini yang sebesar Rp 3.153,6 triliun.
Realisasi pendapatan negara ini mengalami pertumbuhan sebesar 21,4% yoy.
"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak bea dan cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga dan BLU," ujar Purbaya dalam Rapat Banggar DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Belanja Melonjak, Defisit APBN Kuartal I-2026 Tembus Rp 240,1 Triliun
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.656 triliun atau setara 43,1% dari target pagu APBN. Realisasi ini juga naik 17,8% yoy.
Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 85,1 triliun. Serta, di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 452 triliun atau sudah 65,6% dari target APBN 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














