Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan pada 2027.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, subsidi BBM menjadi bagian dari anggaran perlindungan sosial (perlinsos) yang dialokasikan sebesar Rp 549,9 triliun.
Baca Juga: Prabowo Pangkas Subsidi BBM Signifikan di 2027, Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik
Berdasarkan paparan pemerintah dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kementerian Keuangan, kuota BBM tertentu bersubsidi pada 2027 ditetapkan sebesar 20,09 juta kiloliter (KL).
Angka tersebut turun signifikan dibandingkan total kuota BBM bersubsidi pada 2026 yang mencapai 48,43 juta KL. Dengan demikian, kuota BBM subsidi pada 2027 berkurang sekitar 28,34 juta KL atau 58,5%.
Namun, Purbaya mengatakan penurunan subsidi BBM tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan rencana pemerintah mengembangkan kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi besaran subsidi BBM pada 2027 adalah asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang lebih rendah.
Pemerintah menggunakan asumsi ICP sebesar US$ 75 per barel pada 2027. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga minyak saat ini yang berada di kisaran US$ 83 per barel.
"Belum, itu kan pasti karena subsidi harga BBM-nya turun. Asumsi BBM-nya turun tahun depan berapa? US$ 75 per barel. Kan sekarang US$ 83. Jadi itu otomatis kalau volumenya naik sedikit pun, kalau harganya turun segitu, subsidinya cenderung turun," kata Purbaya kepada awak media usai konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp 820,9 Triliun, Gaji Guru Belum Naik pada 2027
Bukan karena Pembatasan Pertalite
Purbaya juga menegaskan, penurunan subsidi BBM dalam RAPBN 2027 bukan berarti pemerintah telah menetapkan pembatasan pembelian Pertalite pada tahun depan.
Menurutnya, kebijakan pembelian BBM bersubsidi masih akan disesuaikan dengan kondisi yang berlaku saat ini.
"Belum, belum. Itu belum. Itu dengan keadaan yang sekarang," ujarnya.
Meski demikian, Purbaya membuka peluang pemerintah menerapkan mekanisme subsidi BBM yang lebih tepat sasaran ke depannya.
Menurut dia, kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi seharusnya tidak lagi menerima subsidi BBM.
"Nanti kalau memang diperlukan subsidi yang tepat sasaran, bukan pembatasan ya. Yang desil 10 lah, yang orang-orang kaya itu enggak berhak beli itu," katanya.
Baca Juga: Prabowo Ingin PFII Segera Beroperasi di Jakarta, Tangkap Investasi dari Family Office
Prabowo Dorong Motor Listrik
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah akan mengurangi subsidi BBM secara signifikan pada 2027.
Kebijakan tersebut akan berjalan bersamaan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional," kata Prabowo dalam pidatonya pada penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di DPR.
Pemerintah juga menyiapkan insentif untuk 1 juta unit motor listrik yang diproduksi perusahaan dalam negeri.
Prabowo mengatakan penggunaan motor listrik diharapkan memberikan tiga manfaat bagi perekonomian dan masyarakat.
Pertama, menekan biaya transportasi rumah tangga. Kedua, mengurangi impor energi. Ketiga, membuka lapangan kerja serta sumber penghasilan baru bagi generasi muda.
Baca Juga: Rosan: DSI Baru Awasi 60% Ekspor, Bakal Perluas ke Seluruh Pelabuhan Indonesia
Menurut Prabowo, penggunaan motor listrik berpotensi memangkas pengeluaran harian masyarakat untuk transportasi lebih dari 50%.
Bahkan, biaya penggunaan motor listrik disebut dapat mencapai sekitar 30% dari biaya yang dikeluarkan untuk BBM saat ini.
Dengan demikian, pemerintah melihat pengembangan kendaraan listrik sebagai salah satu bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Namun, dari sisi anggaran, Purbaya menegaskan bahwa penurunan subsidi BBM 2027 terutama dipengaruhi oleh asumsi harga minyak mentah yang lebih rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
