kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prabowo Pangkas Subsidi BBM Signifikan di 2027, Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik


Minggu, 16 Agustus 2026 / 22:43 WIB
Prabowo Pangkas Subsidi BBM Signifikan di 2027, Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 2026 (Dok/TV Parlemen)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan pada 2027.

Kebijakan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah memberikan insentif untuk 1 juta unit motor listrik yang diproduksi oleh perusahaan dalam negeri.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp 820,9 Triliun, Gaji Guru Belum Naik pada 2027

Prabowo mengatakan, pengurangan subsidi BBM menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil.

"Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Kemarin pemerintah meluncurkan ekosistem listrik nasional dan memberikan insentif untuk satu juta motor yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya saat penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di DPR, Jumat (16/8/2026).

Menurut Prabowo, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bertujuan mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satunya adalah menekan biaya transportasi rumah tangga. Prabowo memperkirakan penggunaan motor listrik dapat memangkas pengeluaran harian masyarakat untuk transportasi hingga lebih dari 50%.

Baca Juga: Prabowo Ingin PFII Segera Beroperasi di Jakarta, Tangkap Investasi dari Family Office

Bahkan, biaya penggunaan motor listrik disebut berpotensi hanya sekitar 30% dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk BBM saat ini.

Manfaat kedua adalah mengurangi impor energi yang selama ini memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Dengan beralih ke kendaraan listrik, ketergantungan terhadap bahan bakar yang berasal dari impor diharapkan dapat ditekan.

"Setiap motor listrik yang berjalan di Indonesia memiliki tiga kemenangan, penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi dan pekerjaan serta penghasilan bagi anak-anak Indonesia," ujar Prabowo.

Sementara manfaat ketiga adalah membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi generasi muda seiring dengan berkembangnya industri kendaraan listrik nasional.

Melalui pemberian insentif untuk 1 juta unit motor listrik produksi dalam negeri, pemerintah berharap ekosistem kendaraan listrik dapat berkembang lebih cepat.

Baca Juga: Rosan: DSI Baru Awasi 60% Ekspor, Bakal Perluas ke Seluruh Pelabuhan Indonesia

Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mendorong harga kendaraan listrik menjadi semakin terjangkau bagi masyarakat.

Dengan demikian, pengurangan subsidi BBM pada 2027 akan berjalan beriringan dengan penguatan insentif kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi pemerintah mengurangi impor energi sekaligus mendorong pengembangan industri otomotif nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×