kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Mendagri ultimatum pemda soal pelayanan kesehatan


Selasa, 12 September 2017 / 22:12 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Menyikapi ragam kasus penolakan pasien di Rumah Sakit (RS), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberi ultimatum kepada pemerintah daerah (pemda). Tjahjo menyatakan kepala daerah semestinya memperhatikan kebutuhan kesehatan warganya.

Tjahjo bilang, selaku Mendagri ia mengingatkan kepala daerah untuk melakukan pengecekan, penyuluhan kepada seluruh RS daerah atau swasta. Ia bilang, tugas RS untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerahnya.

"Itu tanggungjawab Gubernur, Walikota, Bupati. Seumpama ada Rumah Sakit lepas kontrol tidak mau menampung atau mengobati," kata Tjahjo, Selasa (12/9).

Terkait kasus bayi Debora, dia bilang pihaknya telah memberikan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat untuk melakukan pengecekan ke RS terkait. Ia bilang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengundang rapat sejumlah pihak untuk menyikapi hal itu.

"Terkait itu kami sudah mengingatkan dengan mengirim surat ke Pak Djarot. Saya dengar Pak Djarot langsung mengundang untuk rapat," imbuh dia,

Tjahjo menyatakan, untuk waktu mendatang pemerintah terus memperkuat BPJS Kesehatan. Ini sebagai jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

"Ke depan, seluruh Rumah Sakit wajib bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×