kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Mendagri ultimatum pemda soal pelayanan kesehatan


Selasa, 12 September 2017 / 22:12 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Menyikapi ragam kasus penolakan pasien di Rumah Sakit (RS), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberi ultimatum kepada pemerintah daerah (pemda). Tjahjo menyatakan kepala daerah semestinya memperhatikan kebutuhan kesehatan warganya.

Tjahjo bilang, selaku Mendagri ia mengingatkan kepala daerah untuk melakukan pengecekan, penyuluhan kepada seluruh RS daerah atau swasta. Ia bilang, tugas RS untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerahnya.

"Itu tanggungjawab Gubernur, Walikota, Bupati. Seumpama ada Rumah Sakit lepas kontrol tidak mau menampung atau mengobati," kata Tjahjo, Selasa (12/9).

Terkait kasus bayi Debora, dia bilang pihaknya telah memberikan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat untuk melakukan pengecekan ke RS terkait. Ia bilang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengundang rapat sejumlah pihak untuk menyikapi hal itu.

"Terkait itu kami sudah mengingatkan dengan mengirim surat ke Pak Djarot. Saya dengar Pak Djarot langsung mengundang untuk rapat," imbuh dia,

Tjahjo menyatakan, untuk waktu mendatang pemerintah terus memperkuat BPJS Kesehatan. Ini sebagai jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

"Ke depan, seluruh Rumah Sakit wajib bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×