kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Menciptakan magnet pariwisata dari trio KEK di Bangka Belitung


Kamis, 14 Maret 2019 / 19:21 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

Asal tahu saja, Bank of America Merrill Lynch pernah memprediksi bahwa pada 2050 mendatang, jumlah populasi berusia di 60 tahun ke atas akan berlipat ganda secara global. Perekonomian dari populasi ini pun diperkirakan akan tumbuh US$ 7 triliun per tahun hingga mencapai US$ 15 triliun pada 2020 nanti.

"Pensiunan asing itu rata-rata pengeluarannya US$ 2.000 per bulan, lebih besar dari rata-rata spending wisman kalau datang ke Indonesia yang hanya sekitar US$ 1.200 per bulan," kata Arief.

Lantas, Bangka Belitung mesti mampu menangkap potensi tersebut selayaknya Malaysia yang telah terlebih dulu menarik minat wisatawan lanjut usia dan pensiunan (senior living citizen).

Adapun, PT Pan Semujur menjadi perusahaan pengembang objek wisata swasta yang bakal mengembangkan KEK Tanjung Gunung. Proyeksinya, kawasan ini memiliki potensi investasi sebesar Rp 4,6 triliun.

Sementara, KEK Sungailiat ditangani oleh PT Pantai Timur Sungailiat. Potensi investasi di kawasan ini diperkirakan mencapai Rp 5,3 triliun.

Selain mempersiapkan fasilitas dasar dan sarana, Menko Darmin tak lupa mengimbau agar masyarakat diberi sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan melayani.

Pasalnya, salah satu kunci penting perkembangan suatu daerah wisata terletak pada kemampuan dan keterbukaan masyarakat daerah tersebut untuk menyambut dan memberi pelayanan terbaik kepada para pendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×