kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.058   50,00   0,28%
  • IDX 6.270   35,66   0,57%
  • KOMPAS100 822   4,26   0,52%
  • LQ45 627   3,11   0,50%
  • ISSI 217   0,85   0,40%
  • IDX30 352   2,10   0,60%
  • IDXHIDIV20 432   1,75   0,41%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 112   0,43   0,39%

Siap-siap! Pemerintah Bakal Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%


Selasa, 04 Agustus 2026 / 11:21 WIB
Diperbarui Selasa, 04 Agustus 2026 / 11:37 WIB
Siap-siap! Pemerintah Bakal Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%
ILUSTRASI. Pemerintah akan meluncurkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik (EV) berupa subsidi hingga 40% untuk mobil listrik kategori tertentu (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bersiap meluncurkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam dua hingga tiga pekan mendatang. 

Salah satu insentif yang disiapkan adalah subsidi hingga 40% untuk mobil listrik kategori tertentu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan paket stimulus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

"Saya kira dalam dua atau tiga minggu ke depan, Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik," ujar Purbaya dalam acara GAIKINDO International Automotive Conference, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Tak Cukup Guyur Rp 400 Triliun, Purbaya Bakal Tambah Lagi Uang di Perbankan

Selain subsidi untuk mobil listrik, pemerintah juga menyiapkan insentif motor listrik dengan kuota sebanyak 500.000 unit.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan insentif pajak pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) hingga 100%. 

Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan respons pemerintah terhadap meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, khususnya konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi membuat harga minyak dunia tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Karena itu, pemerintah memandang percepatan penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor.

"Kita perlu menyesuaikan diri. Pemerintahan saya dan Pak Prabowo ingin mengurangi ketergantungan kita pada impor minyak secara signifikan. Karena itu kita mendorong EV," ujar Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×