kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Masih ada 50 daerah yang belum gunakan dana BOS


Minggu, 10 April 2011 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Pemanfaatan aplikasi belajar online menjadi solusi bagi para sekolah yang mulai menerapkan sistem School from home. Quipper sebagai salah satu perusahaan edutech di Indonesia, menyediakan sistem dan materi pembelajaran online secara gratis untuk guru dan


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Hingga akhir kuartal I 2011, masih ada 50 daerah yang belum menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menteri Pendidikan Muammad Nuh menjelaskan, hingga saat ini sudah sebanyak 444 kabupaten dan kota yang sudah menyerap anggaran BOS itu. “Secara presentase anggaran yang sudah disalurkan sebesar 93% atau setara dengan Rp 3 triliun yang dialirkan selama kuartal I 2011,” ujarnya akhir pekan lalu.

Sementara, total anggaran BOS selama setahun yang mencapai Rp. 16,2 trliun yang akan dibagikan secara bertahap dalam empat kuartal. “Seharusnya di kuartal pertama ini anggaran yang sudah dapat direalisasikan sekitar Rp. 4 triliun,” akunya. Namun karena masih ada beberapa daerah yang belum menggulirkan dana tersebut sehingga penyerapannya menjadi tersendat.

M. Nuh memaparkan, salah satu alasan belum terserapnya dana BIS adalah adalah karena faktor geografis. Selain itu, melesetnya target penyerapan dana BOS di triwulan pertama juga disebabkan telatnya Dipa Kementerian Pendidikan. “Seharusnya Dipa tersebut keluar Desember tahun lalu tetapi karena ada restukturisasi organsasi membuat dana itu cair pada bulan Februari,” imbuhnya.

Berdasarakan data Kementerian Keuangan, Anggaran untuk pendidikan terus mengalami naik turun. Dari tahun 2007 anggran yang disediakan sebesar Rp. 40,47 triliun, tahun berikutnya Rp. 43,54 triliun, tahun 2009 mencapai Rp. 59,55 triliun, tahun 2010 sebesar Rp. 63,43 triliun, dan tahun 2011 telah ditetapkan Rp. 55,62 triliun.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×