kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Luhut: S&P akan kerek peringkat Indonesia jadi BBB


Jumat, 20 Oktober 2017 / 10:55 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat utang internasional, Standard & Poor's (S&P) telah menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) pada akhir Mei lalu. S&P mengerek peringkat kredit luar negeri Indonesia jangka panjang menjadi BBB-, dari sebelumnya BB +.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, dirinya terlibat dalam kenaikan peringkat itu. Bahkan, Luhut mengatakan, S&P akan kembali menaikkan peringkat Indonesia menjadi BBB.

"Dia (S&P) kontak saya lagi, dia mau BBB tanpa minus," kata Luhut di hadapan peserta Seminar Sekolah SESPIMTI Polri, Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jumat (20/10).

Luhut mengatakan, ia sempat menemui bos S&P di New York sebelum lembaga pemeringkat internasional itu menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi di akhir Mei lalu. Luhut mengaku, pertemuan itu dilakukan atas permintaan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio.

"Saya diminta bosnya bursa, Tito, untuk ketemu S&P di New York. Kami bicara 1 jam. Saya jelasin ke dia, Indonesia begini. Tetapi Kalau soal angka we don't discussed about number," imbuhnya.

Luhut juga mengaku, menanyakan kepada S&P alasan belum juga meningkatkan rating Indonesia menjadi BBB- (layak investasi). Menurutnya, S&P menjelaskan alasannya. Tapi, Luhut tidak menyebut alasan S&P tersebut.

Yang jelas, kata Luhut, ia menjelaskan kepada S&P bahwa Indonesia memiliki 20% masyarakat miskin yang harus dikurangi. Jika tidak, hal itu akan menimbulkan radikalisme. "Karena kemiskinan, karena pendidikan, pemerataan tidak terjadi, anda (S&P) berarti ikut mendorong radikalisme di Indonesia. Langsung saja empat minggu kemudian dia berikan investment grade," tutur Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×