kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.944   33,00   0,18%
  • IDX 6.361   26,04   0,41%
  • KOMPAS100 836   0,27   0,03%
  • LQ45 631   -2,00   -0,32%
  • ISSI 220   2,40   1,10%
  • IDX30 355   -1,68   -0,47%
  • IDXHIDIV20 437   -4,44   -1,01%
  • IDX80 95   0,10   0,10%
  • IDXV30 119   0,16   0,14%
  • IDXQ30 113   -1,06   -0,93%

Legislator: Pajak progresif tanah tak bisa diambil


Rabu, 08 Februari 2017 / 18:53 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan mekanisme atas pajak progresif atas objek tanah idle dengan skema capital gain tax masih menjadi pertimbangan yang harus dikaji lebih lanjut.

Anggota Komisi XI DPR, Misbakhun, mengingatkan, penerapan pajak baru butuh dasar hukum berupa undang-undang (UU), Sejauh ini, DPR belum memiliki rencana pembahasan rancangan UU atas pajak progresif tanah idle.

“Setiap pajak yang dipungut kepada masyarakat harus melalui UU, itu amanat konstitusi. Sampai sekarang belum masuk ke DPR UU soal pajak progresif atas tanah menganggur. jadi pajak progresif ini UUnya belum ada,” kata Misbakhun saat ditemui di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (8/2).

Oleh karena itu, bila kebijakan ini ingin diterapkan, ia mengatakan bahwa Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) bisa mengusulkan ada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk merealisasikan rencana pajak progresif tanah idle. Pasalnya, mekanisme pajak baru pertanahan sudah tidak memungkinkan kecuali melalui pajak bumi dan bangunan (PBB).

Menurutnya, PNBP bisa dipungut saat pengalihan-pengalihan terhadap tanah spekulasi.

Sebelumnyac Presiden Jokowi memerintahkan agar rencana pengenaan pajak progresif tanah dikaji lagi. Kajian tersebut diperlukan untuk melihat untung, rugi serta dampak yang mungkin ditimbulkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×