kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Penguasa tanah sering akalin pajak


Selasa, 07 Februari 2017 / 21:50 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, saat ini ada ketidakadilan dalam penguasaan lahan di Indonesia. Lahan banyak dikuasai secara besar- besaran oleh korporasi.

Bukan hanya penguasaan yang tidak benar, Jokowi juga mengatakan, pembayaran pajak atas penguasaan lahan tersebut pun juga penuh penyimpangan. "Informasi yang saya terima, pengumpul lahan besar itu hanya bayar 1/4 dari nilai transaksi yang harusnya disetorkan ke negara," katanya di Jakarta, Selasa (7/2).

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, modus yang dilakukan untuk mengurangi kewajiban bayar pajak tersebut biasanya dilakukan dengan menurunkan nilai pembelian tanah. "Tujuannya supaya kewajiban pajaknya lebih rendah, makanya hanya seperempat itu," katanya.

Jokowi memerintahkan menterinya untuk segera memperbaiki masalah tersebut. Dia juga minta agar praktik penguasaan lahan oleh pihak tertentu dan korporasi dicegah. "Beri akses mereka, buruh tani yang tidak mampu, supaya pendapatan mereka meningkat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×