kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.541   41,00   0,23%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Layanan Kesehatan Siaga di Bandara Madinah, Jemaah Haji RI Langsung Dipantau


Senin, 04 Mei 2026 / 15:37 WIB
Layanan Kesehatan Siaga di Bandara Madinah, Jemaah Haji RI Langsung Dipantau
ILUSTRASI. Meningkatnya permintaan layanan pendorong kursi roda di Masjidil Haram menjelang puncak ibadah haji (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Setibanya di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, jemaah haji Indonesia langsung mendapatkan pemantauan kesehatan, terutama bagi mereka yang mengalami keluhan setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air.

Berdasarkan rekap layanan kesehatan Daker Bandara per Senin (4/5/2026), tercatat 81 jemaah mendapatkan pemeriksaan kesehatan di bandara. Selain itu, 12 jemaah masuk dalam pencatatan observasi, 10 jemaah dirujuk ke KKHI Madinah, dan 10 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.

Petugas Kesehatan Bandara, Kadhafi, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah dapat segera tertangani sejak titik kedatangan.

Baca Juga: BPS: Ekspor RI Maret 2026 Turun 3,1% YoY, Komoditas Nonmigas Jadi Penekan

“Keluhan jemaah beragam, ada yang lemas, pusing, mual, sesak ringan, hingga membutuhkan observasi. Semua kami tangani sesuai kondisi masing-masing,” ujar Kadhafi di Madinah, Senin (4/5/2026).

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan petugas kesehatan menjadi bagian penting dalam pelayanan kedatangan jemaah.

“Kami ingin jemaah merasa aman sejak tiba di Tanah Suci. Jika ada keluhan kesehatan, petugas harus cepat hadir dan mengarahkan jemaah ke fasilitas kesehatan yang sesuai,” ujar Abdul Basir.

Menurutnya, koordinasi antara petugas kesehatan, petugas kloter, dan layanan bandara terus diperkuat agar setiap jemaah yang membutuhkan bantuan dapat segera ditangani.

“Begitu ada jemaah yang membutuhkan bantuan, petugas langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan. Harapannya, penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Di tengah padatnya arus kedatangan, petugas kesehatan bandara terus memperhatikan kondisi jemaah agar mereka dapat segera beristirahat dan melanjutkan ibadah dengan lebih tenang.

“Kesehatan jemaah adalah bagian penting dari kelancaran ibadah haji. Itu yang kami jaga sejak titik kedatangan pertama di bandara,” tandas Abdul Basir.

Baca Juga: Penurunan Harga Emas Perhiasan Tahan Laju Inflasi April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×