kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.960   -82,00   -0,45%
  • IDX 6.344   24,27   0,38%
  • KOMPAS100 835   3,12   0,37%
  • LQ45 635   -0,13   -0,02%
  • ISSI 219   1,18   0,54%
  • IDX30 357   0,06   0,02%
  • IDXHIDIV20 437   -1,93   -0,44%
  • IDX80 95   0,25   0,26%
  • IDXV30 120   -0,17   -0,14%
  • IDXQ30 114   -0,02   -0,02%

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Diproyeksi Melambat, Ini Pemicunya


Rabu, 05 Agustus 2026 / 09:06 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Diproyeksi Melambat, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Sejumlah ekonom maupun analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II – 2026 melambat(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah ekonom maupun analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II – 2026 melambat. Salah satu faktor pemicunya adalah perlambatan daya beli masyarakat.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 4,9% secara year on year (yoy), di bawah proyeksi konsensus 5,14%, menjadikan kami yang paling bearish di pasar,” ujar Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto dalam risetnya pada Rabu (5/8/2026). 

Rully mengatakan, pandangan tersebut didasarkan pada moderasi konsumsi rumah tangga akibat inflasi, kebijakan fiskal yang lebih ketat, dan melemahnya keseimbangan eksternal. Ia bilang, rilis PDB hari ini akan menjadi katalis utama bagi sentimen pasar dan arah arus dana asing. 

Baca Juga: Akan Disubsidi Hingga 40%, Cek Daftar Mobil Listrik Harga Rp 200 Jutaan

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh di bawah 5% pada kuartal II – 2026. Beberapa faktor menjadi penyebabnya. Pertama, kuartal II – 2026 mengalami efek basis tinggi karena ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,12% yoy di kuartal II – 2025.

Kedua, tidak ada dorongan musiman substansial di kuartal II – 2026 karena Ramadan dan Idul Fitri jatuh di triwulan pertama 2026. 

Ketiga, guncangan eksternal besar berupa harga energi yang tinggi dan pelemahan rupiah menciptakan inflasi impor sehingga meningkatkan biaya produksi dalam negeri. Selain itu, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga Pertamax mengikis daya beli masyarakat karena kenaikan biaya barang dan transportasi. 

Baca Juga: DPR Janjikan Tak Ada PHK & Pengurangan Gaji PPPK, Berapa Gaji P3K?

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan PDB Indonesia di kuartal II – 2026 akan tumbuh sebesar 4,80% yoy (rentang estimasi dari 4,78% hingga 4,82%) sementara pertumbuhan PDB secara keseluruhan tahun 2026 diperkirakan sebesar 5,00% yoy (rentang estimasi dari 4,95% hingga 5,05%),” jelas Tim Riset LPEM FEB UI yang terdiri dari Jahen F. Rezki, Teuku Riefky, Faradina Alifia Maizar, Difa Fitriani, Mervin Goklas Hamonangan, Alif Ihsan A Fahta, dan Ariel Toar Willem Massie, dalam risetnya pada 4 Agustus 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×