kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Ekspor RI Maret 2026 Turun 3,1% YoY, Komoditas Nonmigas Jadi Penekan


Senin, 04 Mei 2026 / 15:22 WIB
BPS: Ekspor RI Maret 2026 Turun 3,1% YoY, Komoditas Nonmigas Jadi Penekan
ILUSTRASI. Tarif Impor-Suasana bongkar muat petikemas di JICT (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2026 sebesar US$ 22,53 miliar, turun 3,10% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Maret 2025 yang mencapai US$ 23,25 miliar.

Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor nonmigas pada sejumlah komoditas utama.

Baca Juga: Purbaya Bantah Isu Sakit Parah, Begini Kondisinya Saat Ini

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa baik ekspor migas maupun nonmigas sama-sama mengalami kontraksi, dengan penurunan lebih dalam terjadi pada sektor migas.

Nilai ekspor migas tercatat sebesar US$ 1,28 miliar atau turun 11,84% YoY. Sementara itu, ekspor nonmigas menurun 2,52% YoY menjadi US$ 21,25 miliar.

“Penurunan nilai ekspor Maret 2026 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan ekspor nonmigas, khususnya pada beberapa komoditas utama,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Ia merinci, penurunan ekspor nonmigas antara lain terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang turun 27,02% dengan andil 3,52% terhadap kontraksi ekspor.

Baca Juga: BPS: Nilai Ekspor RI di Kuartal I 2026 Naik Jadi US$ 66,85 Miliar Ditopang Nonmigas

Selain itu, kakao dan olahannya (HS 18) merosot 50,89% dengan andil 0,75%, serta kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) turun 54,69% dengan andil negatif 0,68%.

Berdasarkan sektornya, ekspor nonmigas pada Maret 2026 masih didominasi sektor industri pengolahan dengan nilai US$ 17,92 miliar.

Sektor pertambangan dan lainnya menyumbang US$ 3 miliar, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 0,32 miliar.

Namun demikian, penurunan terdalam terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang terkontraksi 44,14% YoY.

Pelemahan ini dipicu oleh turunnya ekspor komoditas seperti kopi, buah-buahan, tanaman obat dan aromatik, rempah-rempah, sarang burung walet, hingga cengkeh.

Baca Juga: Purbaya Bakal Copot Dua Pejabat Pajak di Balik Membengkaknya Restitusi Pajak

Di sisi lain, ekspor sektor pertambangan dan industri pengolahan juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,15% dan 1,26% secara tahunan.

Dengan perkembangan tersebut, kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2026 masih menghadapi tekanan, terutama akibat melemahnya harga dan permintaan global terhadap sejumlah komoditas unggulan nonmigas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×