kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

KPK bisa panggil penyelenggara negara terima iPod


Kamis, 20 Maret 2014 / 20:19 WIB
ILUSTRASI. Film Sabrina, adalah film horor Indonesia dengan tema tentang teror boneka arwah jahat menyeramkan yang cocok ditonton saat Halloween.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa memanggil penyelenggara negara yang turut menerima souvenir iPod dari pesta resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Hal tersebut dilakukan KPK jika lembaganya memang memerlukan keterangan untuk kemudian menentukan apakah penerimaan souvenir tersebut termasuk ke dalam gratifikasi.

"Pertama nilai barang, kedua terhadap proses pemberiannya, dalam konteks apa. Untuk keduanya itu tentu KPK bisa lakukan klarifikasi terhadap penerima dan pemberi," kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (20/3).

Namun demikian, lanjut Johan, untuk menindaklanjuti pembagian souvenir tersebut, terlebih dahulu harus ada yang melaporkan. Johan bilang, melaporkan penerimaan hadiah itu merupakan kewajiban si penerima.

"Itu gratifikasi effort-nya ada di penerima. Kalau tidak ada pihak lain yang melaporkan, tidak bisa ditindaklanjuti," ungkapnya.

Johan bilang, berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan tata cara pelaporan gratifikasi dalan Undang-Undang KPK, setiap penyelenggara negara penerima hadiah harus melaporkan penerimaan tersebut.

"Tidak ada batasan nilai hadiah dalam bentuk apapun," tegasnya.

Terkait hal ini, Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) cabang Mahkamah Agung (MA) mendatangi KPK untuk meminta klarifikasi apakah penerimaan iPod oleh hakim MA digolongkan gratifikasi ataukah sebuah pemberian yang wajar.

Dari hasil pertemuan antara dengan pimpinan KPK, Ketua Ikahi Topane Gayus Lumbuun mengatakan pihaknya akan segera mengumpulkan souvenir dari hakim-hakim MA secara kolektif dan membuat laporan yang akan diserahkan kepada KPK.

Setelah itu kata Gayus, barulah KPK bisa menilai apakah pemberian tersebut termasuk gratifikasi atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×