kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.010   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.237   0,88   0,01%
  • KOMPAS100 819   2,60   0,32%
  • LQ45 623   2,04   0,33%
  • ISSI 216   0,74   0,34%
  • IDX30 350   0,04   0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,34   -0,08%
  • IDX80 94   0,36   0,39%
  • IDXV30 119   1,24   1,05%
  • IDXQ30 112   -0,05   -0,04%

China Masih Jadi Penyumbang Defisit Neraca Dagang Terbesar RI Hingga Juni 2026


Senin, 03 Agustus 2026 / 12:55 WIB
China Masih Jadi Penyumbang Defisit Neraca Dagang Terbesar RI Hingga Juni 2026
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, China masih menjadi penyumbang defisit terbesar neraca perdagangan Indonesia. ?(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, China masih menjadi penyumbang defisit terbesar neraca perdagangan Indonesia.  

Adapun neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026 mencapai US$ 3,58 miliar. Nilai tersebut lebih rendah bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 19,60 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, negara penyumbang defisit neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Juni 2026 paling besar adalah dari China dengan defisit US$ 14,26 miliar.

Baca Juga: CPO dan Batubara Jadi Andalan Ekspor Indonesia Hingga Juni 2026

“Komoditas penyumbang defisit terbesar sepanjang Januari hingga Juni 2026 adalah China,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8/2026).

Komoditas penyumbang utamanya adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39).

Lalu, dengan Australia mencatatkan defisit US$ 3,97 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit utama adalah Serealia (HS 10), logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71), dan bahan bakar mineral (HS 27).

Terakhir dengan Prancis mencatatkan defisit US$ 1,49 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), dan instrument optic, fotografim sinematografi, serta medis (HS 90).

Baca Juga: BPS Catat Impor Pada Juni 2026 Meningkat 3,27% Menjadi US$ 25,91 Miliar

Sementara itu, Indonesia masih mencatatkan surplus neraca dagang dengan beberapa negara, tertinggi adalah Amerika Serikat (AS) US$ 10,44 miliar.

Penyumbang surplus terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorisnya (rajutan) (HS 61), dan alas kaki (HS 64).

Selanjutnya, penyumbang surplus terbesar kedua adalah dengan India mencapai US$ 6,71 miliar. Komoditas penyumbang terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), serta besi dan baja (HS 72).

Kemudian, dengan Filipina surplus dagang Indonesia mencapai US$ 4,02 miliar. Komoditas penyumbang surplus terbesar dengan negara tersebut adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87), bahan bakar mineral (HS 27), serta lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×