kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Konsumsi Belum Ngegas, ADB Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Melambat


Kamis, 20 Juli 2023 / 13:26 WIB
Konsumsi Belum Ngegas, ADB Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Melambat
ILUSTRASI. Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan melambat dari tahun 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan melambat dari tahun 2022.

Dalam laporan Asian Development Bank (ADB) Outlook edisi Juli 2023, lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,8% yoy.

Atau, melambat dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu yang mencapai 5,31% yoy.

Proyeksi ADB tersebut dengan menimbang capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2023 yang sebesar 5,03% yoy atau tak banyak berubah dari capaian kuartal IV-2022 yang sebesar 5,02% yoy.

Plus, setelah kebijakan ketat Covid-19 berlalu, ADB tak melihat konsumsi rumah tangga yang ngegas. Padahal, konsumsi masyarakat merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia.

Tak ada tanda-tanda masyarakat menyalurkan konsumsi yang tertahan atau konsumsi balas dendam (revenge spending).

Baca Juga: Era Pertumbuhan Lambat Dimulai, Akankan China Tak Pernah Jadi Negara Kaya?

Dari sisi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, ADB juga melihat para pelaku usaha tengah menahan ekspansi dan dalam tren menunggu kepastian (wait and see).

Pertumbuhan ekspor juga diyakini akan melambat, meski ada faktor basis tinggi (high base effect) akibat tingginya harga komoditas pada tahun lalu.

ADB juga melihat adanya penurunan permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia yang kemudian menjegal ekspor.

Meski demikian, ADB meyakini pertumbuhan ekonomi indonesia akan meningkat pada tahun 2024, yaitu menjadi 5,0% yoy.

Hanya, perkiraan pertumbuhan pada tahun 2024 juga tak lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022.

Baca Juga: Agar Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju, Airlangga: Investasi Harus Tumbuh 6,8%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×